ASAHAN,Potretnusantara.id- Bupati Asahan melalui Asisten I (Pemerintahan dan Kesra) Kabupaten Asahan membuka secara resmi Sosialisasi Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Kabupaten Asahan Tahun 2022, bertempat di Aula Hotel Antariksa Kisaran, Senin (18/07/2022).
Kegiatan sosialisasi PPWK Kabupaten Asahan bersumber dari dana APBD Tahun 2022 itu diikuti sebanyak 130 orang peserta, terdiri dari unsur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Masyarakat (Ormas). Serta dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Asahan beserta jajaranya. Dengan nara sumber Yaffi Andinata dari Medan.
Pada sambutan tertulisnya Bupati Asahan, H. Surya, BSc yang dibacakan Asisten I (Pemerintahan dan Kesra) Kabupaten Asahan, Buono Prawana, SIP, MSi mengatakan, Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan atau disingkat dengan PPWK adalah wadah yang berbentuk kelompok yang diarahkan untuk pengembangan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945.
“ Adapun tujuan diselenggarakan PPWK, untuk mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai-nilai kebangsaan guna pemberdayaan dan penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berazaskan pada nilai-nilai pancasila, UUD Negara Repunlik Indonesia tahun 1945, Bineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mengoptimalkan perkembangan dan perbaikan kinerja demokrasi daerah yang berdasarkan pada indeks demokrasi Indonesia “, papar Buono.
Dalam pidatonya tertulisnya, Bupati juga menyampaikan, menghadapi pengaruh pengembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang sangat pesat ini sudah pasti akan menimbulkan dampak positif maupun negativ, banyak kalangan ayang melihat perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya di Indonesia sudah sangat memperihatikan ketika mengamati pada apa yang dialami oleh masyarakat yakni memudarnya wawasan kebangsaan. Akhir-akhir ini wawasan kebangsaan menjadi banyak dipersoalkan. Ada kesan seakan-akan semangat kebangsaan telah menjadi dangkal, terutama dikalangan generasi muda seringkali dengan bangga sifat material kita yang merubah idealisme jiwa kebangsaan. Selain itu ada kekhawatiran beberapa ancaman disitertigasi kebangsaan yang luntur dengan melihat gejala komplit yang terjadi diberbagai darerah.
“ Minimnya pemahaman dan ketidak perdulian masyarakat tentang Pancasila, UUD 1945, Bineka Tunggal Ika dan NKRI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mengakibatkan timbulnya berbagai permasalahan kebangsaan di tengah masyakakat. Seperti yang terjadi belakangan ini tawuran antara pelajar, pemboman di rumah ibadah, perselisihan antar kelompok masyarakat, antar golongan, antar agama, dan antar etnis. Oleh karena itu apa dan upaya untuk membangun prinsip-prinsip dasar wawasan kebangsaan dapat memperkuat ideologi pancasila perlu dibangun kembali khususnya di kalangan generasai muda. Materi Pendidikan wawasan Kebangsaan bagi calon pemimpin bangsa perlu dipertegas kembali dengan menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila yang selama ini kian ditinggalkan. Generasi muda bangsa perlu dapat pendidikan dan wawasan kebangsaan supaya mereka mampu berinteraksi lebih terbuka, domokratis dan toleran “ ujarnya.
Mengakhiri sambutan Bupati, Buono berharap sosialisasi PPWK yang dilaksanakan ini dapat tercipta masyarakat yang memiliki karakter yang kuat dengan karakter Pancasila, memiliki kepribadian yang tuinggi, semangat nasionalisme, dan berjiwa selalu berilmu pengetahuan di dunia modern sehingga visi Pemerintahan kabupaten Asahan yaitu “Terwujudnya Masyarakat Asahan Yang Sejahtera , Relegius dan Berkarakter, dapat terwujud dengan baik .
Adapun nara sumber sosialisasi PPWK disampaikan oleh Buono Prawana, SIP, MSi, dan selanjutnya disampaikan oleh Yoffi Andinata yang merupakan ketua DPC IMC (Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Motivator Community).
Paimin










