MEDAN Potretnusantara.id – Pentingnya sehat dan bugar, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan
adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan. Pentingnya sehat berarti secara fisik, mental, dan sosial tidak memiliki keluhan penyakit atau gangguan dan bugar berarti mampu melakukan aktivitas sehari-hari dan lebih daripada itu tanpa kelelahan berlebihan. Olahraga menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran.
Sesuai Permenkes No. 36 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pendayagunaan Dokter Spesialis melayani dengan hati.
Sejalan dengan hal itu, Keberadaan bus layanan Bakti Kesehatan Bermartabat (BKB) Sumatera Utara (Sumut) dinilai telah banyak memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan medis, terutama yang membutuhkan penanganan khusus.
Diresmikan sejak 2021 lalu, program ini telah hadir di 40 titik lokasi. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Senin (13/6/2022) pagi, kembali melepas keberangkatan tiga unit bus BKB Sumut, ditambah satu mobil pendukung, untuk menjalankan tugas melayani kesehatan kepada masyarakat yang berada di lokasi yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan di kabupaten/kota. Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Tim Satgas BKB Sumut, akan menyasar beberapa titik.
“Adapun kegiatan seperti ini jangan salah mengartikan, karena bukan mencari popularitas. Ini nyata karena melihat kondisi geografis kita yang jaraknya jauh (berjauhan),” tutur Gubernur didampingi Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Kaiman Turnip.
Gubernur melihat bahwa kondisi geografis Sumut, menjadi hambatan untuk bisa memberikan pelayanan yang merata. Selain jarak, kondisi jalan yang rusak juga memengaruhi waktu tempuh perjalanan menuju tempat-tempat tertentu.
“Jadi ini kita adakan, dengan rencana ke depan akan dibentuk satgas-satgas (tambahan) BKB. Mereka sukarelawan dan kita bantu fasiltiasi,” tutur Edy Rahmayadi, yang juga merencanakan penambahan armada.
Program BKB Sumut ini, lanjut Edy, merupakan kegiatan sosial sekaligus beramal, terutama mendukung kemerdekaan bidang kesehatan, mendekatkan layanan di tempat rakyat yang membutuhkan bantuan.
“Hari ini berangkat, sampai tiga hari. Nanti terus akan berlanjut,” tegasnya.
Bahkan, lanjut Gubernur Edy jika memungkinkan akan disiapkan alat berat untuk membantu bus BKB menjangkau daerah yang jalurnya sulit dilalui.
Sementara Tim Satgas Program BKB Sumut Brigjen TNI (Purn) Harry Yusmanadi dalam laporan mereka menyampaikan bahwa sejak Maret hingga Desember 2021, mereka telah mendatangi 40 titik lokasi di berbagai kabupaten/kota. Adapun jumlah pelayanan mencapai 4.601 layanan yang terdiri dari 130 operasi bibi sumbing, 2.180 pengobatan spesialsitik, 2.224 khitan massal, 1 kali operasi tumor dan 66 layanan kesehatan mata. Ditambah 6.000 layanan vaksinasi.
“Kali ini kita akan melakukan layanan bakti sosial ke tiga daerah, yakni Kabupaten Batubara, Asahan dan Simalungun. Progam yang dikoordinatori Pak Gubernur ini akan datang ke lokasi yang membutuhkan pelayanan, termasuk operasi,” tutur Gubernur Edy.
Sebelumnya Harry yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) BKB Sumut menyampaikan bahwa kehadiran mereka ke beberapa lokasi mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Begitu juga sambutan pemerintah Kabupaten/Kota yang didatangi, merasa terbantu dengan kehadiran bus berfasilitas standar ruang operasi tersebut.
“Pada dasarnya ini pelayanan khusus seperti operasi katarak, bibir sumbing, tumor (kecil), serta khitanan massal. Ada beberapa dokter spesialis di dalamnya dibantu Persatuan Perawat Nasional Indonesia,” ujar Harry.
Dijelaskan Harry, bahwa kedatangan mereka ke kabupaten/kota bukan dalam rangka mengambil alih tugas dari fasilitas kesehatan (Faskes). “Namun membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan secara khusus,” imbuh Harry.
Nurlince Hutabarat










