ASAHAN, Potretnusantara.id- Sejumlah pedagang yang menempati Los Pajak Pagi Bhakti Mandiri Pulau Raja di Dusun II Desa Pulau Rakyat Pekan, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan mengeluh. Pasalnya, atap los pasar pagi tersebut sudah banyak yang rusak hingga bocor saat hujan turun.
Keluhan pedang tersebut sudah lama disampaikan ke petugas kutip restribusi. Sayangnya apa yang mereka harapkan belum ada solusi sehingga sebahagian pedagang ada yang terpaksa memasang terpal plastik untuk menampung kucuran air dari atap seng yang bocor agar barang dagangannya tidak basah tekena air hujan.
“Kami pak ingin atap los yang bocor diganti, supaya dagangan kami tidak basah terkena air hujan, karena setiap hari kami bayar restribusi” ungkap salah seorang pedagang ikan yang menepati Los Pasar Pagi Bhakti Mandiri Pulau Raja.
Secara terpisah Kepala Desa Pulau Rakyat Pekan, Suyadi kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (19/05/2022)menjelaskan, bahwa tidak ada dana perawatan/perbaikan Los maupun Kios Pasar Pagi Bhakti Mandiri Pulau Raja dari pemerintah, dan sejak difungsikan tahun 2017 pasar sudah menjadi tanggung jawab pihak pengelola.
” Namun PAD yang diterima pengelola setelah dibagi-bagi untuk pembayaran listrik, babat lapangan, setoran ke Dinas Koperindag Kabupeten Asahan dan keperluan desa, sisanya tidak bisa dibagi untuk perawatan los maupun kios pasar yang rusak ” terang Kades.
Menurut Kades Suyadi, PAD yang diterima pengelola rata-rata bersih Rp 150.000 s/d Rp 170.000/hari. Malah belakangan ini pendapatan PAD pasar semangkin menurun, dan juga biaya PLN semangkin tinggi.
” Pemkab Asahan telah mengumpulkan seluruh pengelola yang desanya memiliki PAD untuk membuat Perdes. Tujuannya untuk menertibkan semua jenis pengutipan seperti parkir, lapak, kebersihan dan lainnya. Dengan dukungan dana PAD ini nantinya apa yang menjadi kebutuhan Pemerintah dan masyarakat dapat tercapai” tandas Suyadi.
Paimin










