MEDAN, Potretnusantara.id — Kepedulian terhadap warga lingkungan yang tidak mampu Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan Haris Kelana Damanik meminta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) setempat memprioritaskan bedah rumah di kawasan pesisir Belawan.
“Untuk itu Kita minta Dinas PKPPR Kota Medan supaya memprioritaskan perbaikan rumah maupun bedah rumah bagi warga yang tidak mampu di kawasan pesisir Belawan,” tutur Haris di Medan, Minggu. (15/5/2022)
Pernyataan itu ditegaskan menyikapi kebijakan Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, yang akan melakukan perbaikan rumah kumuh lewat program bedah rumah.
Karena itu Haris Kelana menjelaskan bahwa, “Saat ini banyak masyarakat yang tinggal di Kecamatan Medan Belawan miliki rumah yang tidak layak huni dengan lingkungan kumuh, di antaranya Kelurahan Bagan Deli. Selain itu, pembenahan lingkungan kumuh ini erat kaitannya dengan kondisi sanitasi yang buruk dan menjadi penyebab utama meningkat angka stunting atau kekerdilan,” ungkapnya.
Dijelaskan Haris,
“Bila pemukiman tidak dibenahi, kasus stunting tetap berkelanjutan. Kebersihan dan penataan lingkungan harus sejalan. Dinas Pekerjaan Umum, kita ingatkan serius membenahi infrastruktur lingkungan kumuh di Belawan,” ungkap Haris.
Sementara Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Sherivia Faradilla, mengaku jumlah prevalensi kekerdilan di Kota Medan mencapai 0,47 persen di penimbangan Februari 2022.
“Setiap Tahun kita ada penimbangan dua kali, yakni Agustus dan Februari. Kemarin kita menimbang sekitar 550 anak, dan Pemkot Medan menetapkan 63 lokus penanganan kekerdilan,” tuturnya.
“Memang saat ini angka kekerdilan anak tertinggi di Kota Medan berada di Kelurahan Sicanang, Medan Belawan dengan sekitar 50 jiwa,” imbuh Sherivia.
Nurlince Hutabarat










