KARIMUN, Potretnusantara.id- Bencana Alam akan datang kapan saja, dengan begitu seluruh Stakeholder yang ada di Kabupaten Karimun diharapkan mampu memhami dan menangapi beberapa cara menghadapi bencana alam tersebut.
Dalam hal ini, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, menyampaikan 10 cara dalam menghadapi bencana alam.
- Pendataan Daerah rawan Longsor, Banjir, Gempa Bumi dan lain-lain, jumlah rumah dan penduduk yang tinggal di daerah rawan Bencana.
- Sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan Bencana untuk mewaspadai dan mengantisipasi kondisi alam tersebut.
- Saling bekerjasama antara stake Holder terkait untuk menyiapkan Tempat pengungsian dan bantuan berupa Sembako, Obat-obatan dan Tenaga Medis dalam rangka penanggulangan para korban Bencana Alam.
- Menyiapkan secara dini kekuatan Personel dan sarana prasarana yang siap untuk di gerakkan untuk melakukan evakuasi, pemberian bantuan korban, pengawalan bantuan sembako dan obat-obatan bagi korban Bencana Alam.
- Agar melakukan evaluasi dan pembenahan atas kendala yang dihadapi dalam penanggulangan Bencana Alam.
- Memberikan pelatihan terhadap Personel tentang tata cara penanggulangan Bencana Alam.
- Lakukan Mitigasi di wilayah rawan terjadinya Bencana Alam dengan pembuatan rambu-rambu jalur evakuasi untuk mengarahkan masyarakat menuju titik kumpul atau area aman dari Bencana.
- Apabila Terjadi Banjir, Longsor agar petugas Lalu Lintas memasang rambu-rambu untuk mengarahkan masyarakat mengambil jalan alternatif yang aman.
- Jika terjadi Bencana Alam agar segera menggelar Operasi Aman Nusa II – Penanganan Bencana Alam.
- Tingkatkan Sinergitas Tni/Polri serta Stake Holder terkait agar Deteksi Dini Bencana Alam dapat teratasi dengan baik.
Sementara itu, dalam arahannya saat memimpin apel menyampaikan bahwa pada tahun 2021 ini kita telah dihadapkan oleh berbagai permasalahan Panca Roba yang terjadi di Indonesia.
“Mendasari data dari BNPB sejak tanggal 1 Januari s/d 5 September 2021 di Indonesia telah terjadi 1.289 Bencana Alam dengan rincian 750 Bencana Banjir, 477 cuaca ekstrim, 346 tanah longsor dan 206 kali kebakaran Hutan dan Lahan dan Bencana Non Alam yaitu Penyebaran Covid-19 sejak 13 April 2021 Covid-19 ditetapkan Pemerintah sebagai Bencana Nasional,”ucap Anwar Hasyim, saat apel penanganan bencana alam di Mapolres Karimun, Rabu (27/10).
Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hasyim juga mengajak seluruh Stakeholder dan masyarakat yang ada di Kabupaten Karimun untuk mengantisipasi terkait bencana alam
“Mari bersama-sama kita mengantisipasi secara dini penanganan Bencana Alam baik yang disebabkan oleh Banjir, Cuaca Ekstrim, Gempa Bumi, Tanah Longsor dan yang lain-lain,”ujarnya
Dengan selarasnya kegiatan, Anwar Hasyim bersama Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano mengecek pasukan dan kesiapan kendaraan sarana pendukung dalam penanganan bencana alam.
Dalam hal ini, Sarana pendukung itu diantaranya peralatan SAR seperti perahu karet milik Satpolairud Polres Karimun, Lanal TBK dan BASARNAS.
Saat itu, juga diperlihatkan peralatan canggih milik Satpolairud Polres Karimun bernama U-Safe sebagai penunjang SAR di air dengan menggunakan remote control.
Putri









