LABURA, Potretnusantara.id – Kelompok Nelayan Alam Jaya Lestari Desa Simangalam Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara Sabtu (23/10) menahan alat berat PT Karya Sari Sentosa (KSS).
Kelompok Nelayan Alam Jaya Lestari Desa Simangalam merupakan Kelompok Nelayan yang resmi berbadan hukum yang di ketuai oleh Helmiadi Nasution dengan anggota 101 Orang yang berdomisili di Desa Simangalam Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Pasalnya para Kelompok Nelayan Desa Simangalam menahan alat berat PT KSS agar tidak beroperasi mengeruk Daerah Aliran Sungai (DAS) Simangalam, karena akibat kegiatan tersebut dinilai berkurangnya penghasilan para Nelayan.
Akibat kegiatan PT KSS, nelayan menilai mengakibatkan rusaknya alat perangkat para Nelayan jaring, bubu dan habitat binatang yang di lindungi pemerintah (Buaya).
“Tentu ini menjadi persoalan kepada nelayan, padahal ini merupakan pencaharian mayoritas nelayan disini,” ketua Kelompok Nelayan Alam Jaya Lestari, Desa Simangalam, Helmiadi Nasution .
Lanjut Helmiadi, kegiatan yang di lakukan PT KSS tersebut sudah beberapa tahun yang lewat, mengingat situasi wabah covid 19, susah mencari uang, para Nelayan demi mempertahankan hidup keluarganya maka nekat menahan alat berat PT KSS tersebut.
“Tempat inilah menjadi tumpuan mata pencaharian nelayan saat ini, makanya mereka (nelayan) nekat untuk memberhentikan kegiatan tersebut,”tambahnya.
Operator alat berat, Musirin Dan Suandi yang memakai panton untuk melakukan pengerukan tanah, dengan pasrah tidak melanjutkan kegiatan tersebut. Pihaknya lalu menghubungi pimpinan tertinggi di perusahaan PT KSS.
“Dengan hasil komunikasi pihak perusahaan dengan ketua Kelompok Nelayan akan melakukan win win solusi, waktunya belum bisa di tentukan maka alat berat di berikan pulang,”katanya
Askep PT KSS Danu Arta saat di komfirmasi Minggu (24/10) sekira pukul 17.00 wib melalui Aplikasi WhatsApp, mengirim vidio kegiatan perusahaan di lapangan, namun konfirmasi tersebut belum ditanggapi namun pada pengiriman WA sudah menandakan contreng.
Tempat terpisah Lasron Siagian peduli lingkungan dan hak masyarakat, menganalisa sungai mempunyai fungsi hidrologis, sungai juga mempunyai peran dalam menjaga keanekaragaman hayati, nilai ekonomi, budaya, transportasi, pariwisata dan lainnya.
Dikatakan, saat ini sebagian Daerah Aliran Sungai di Indonesia mengalami kerusakan sebagai akibat dari perubahan tata guna lahan, pertambahan jumlah penduduk serta kurangnya kesadaran masyarakat dan para pengusaha khususnya pekebun tanaman sawit terhadap pelestarian lingkungan DAS.
Gejala Kerusakan lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat dilihat dari penyusutan luas hutan dan kerusakan lahan terutama kawasan lindung di sekitar Daerah Aliran Sungai.
Dampak Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terjadi mengakibatkan kondisi kuantitas (debit) air sungai menjadi fluktuatif antara musim penghujan dan kemarau. Selain itu juga penurunan cadangan air serta tingginya laju sendimentasi dan erosi.
Dampak yang dirasakan kemudian adalah terjadinya banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau. Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) pun mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai yang mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh erosi dari lahan kritis, limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian (perkebunan) dan limbah pertambangan. Pencemaran air sungai di Indonesia juga telah menjadi masalah tersendiri yang sangat serius.
“Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dan pihak PSDA Provsu Sumatra Utara agar menindak lanjuti keluhan masyarakat terlebih lebih para Nelayan, dan mengkroscek atau meninjau ke lapangan terhadap kedua belah pihak, harus bersifat independent,”terangnya .
Ss










