ASAHAN, Potretnusantara.id – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kabupeten Asahan menggelar Seminar dan Diskusi Publik dengan thema ” Sosialisasi Strategis Ketahanan Pangan Di Masa Pandemi Covid-19 “, bertempat di Kabin Kupie, Jalinsum Ledong Barat, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan, Jum’at (24/09/21).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD PTI Provinsi Sumatera Utara, M. Fadli Atina, Sekretaris HKTI Sumatera Utara, Muhammad Syah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Asahan, Ir. Amir Husin Siregar, MMA, KA. Seksi Produksi TPH Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, Faisal Hendra Siregar, SP, Ketua Umum DPC PTI Kabupeten Asahan, M. Reza Andika, S.Ag, Camat Kecamatan Aek Ledong diwakili Sekcam, Afifuddin, A.Md, dan Pengurus PTI dari beberapa kecamatan Kabupaten Asahan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Asahan, Ir. Amir Husin selaku nara sumber pada paparannya mengatakan, UU No. 18 Tahun 2012 tentang pangan, tanggung jawab pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan adalah penyelenggaraan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan terhadap ketersediaan pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, bergizi, beragam, merata dan terjangkau oleh daya beli masyarakat.
Lanjut Amir Husun mengatakan, di masa pandemi ini pihaknya hanya boleh melakukan dua jenis kegiatan fisik, yaitu pertama Lantai Jemur (menjemur padi) yang kedua Bangun Saung Tani (tempat pertanian). Kemudian P2L ( Pemamfaatan Pekarangan Lahan), dan kegiatan B2SA (Berkualitas dan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) dengan tanaman-tanaman lokal untuk dikonsumsi.
“Saya berharap Covid-19 ini dapat segera berakhir, namun kita juga jaga imun tubuh dengan banyak mengkonsumsi sayur dan buah agar tetap sehat dengan lakukan program P2L,” ujarnya.
Kadis Ketahanan Pangan Asahan juga mengatakan, agar petani bisa maju harus berani ‘Gilak”. Artinya, G itu Gagasan, I Ide-Ide, L Langsung, A Aksi.
“Kalau petani kita mau maju harus berani Gilak di lapangan, itu baru mantab. Tidak hanya dengan cakap-cakap tapi perlu aksi yang nyata,”ujarnya.
Di kesempatan yang sama Ketua DPD PTI Provinsi Sumatera Utara, M. Fadli Atina penyampaian materi pembahasan tentang kelola pangan. Disebutkan, dengan terbitkannya Perpres No. 66 tahun 2021 Badan Pangan Nasional mempunyai fungsi untuk menangani persoalan hilir pangan.
“Badan Pangan Nasional yang sudah dibentuk oleh Pemerintah kita harapan bisa segera menjawab permasalahan-permasalahan yang selama ini diterima atau dialami oleh masyarakat khususnya persoalan hilirisasi pangan,” ujar Fadli.
Turut juga memberikan pemaparan pada acara itu Sekretaris HKTI Sumut dan Sektretari PTI Sumut juga salah seorang Anggota Tim kordinasi Pengelolaan sumber Daya Air di wilayah Sungai Tobasa di bawah Kementrian PU yang mengatur dari permasalahan hulu Sungai Asahan sampai dengan hilir Sungai Asahan.
Selanjunya Seksi Produksi TPH Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, Faisal Hendra Siregar, SP dan kata sambutan dari Camat Aek Ledong diwakiul iSekcam Afifuddin, A.Md, dan dilanjutkan dengan sosian tanya jawab.
Selanjutnya
Secara terpisah Ketua Umum DPC PTI Kabupeten Asahan, M. Reza Andika, S.Ag didampingi Sekretarisnya, Rizal dan Bendahara, Beni Rianto saat dikonfirmasi wartawan berharap hendaknya Pemerintah Kabupaten Asahan khususnya Dinas Pertanian dapat melakukan program monitoring kesetiap kelompok tani yang ada di desa-desa di wilayah Kabupaten Asahan dan mengevaluasi penyuluh-penyuluh pertanian.
“Yang mana sama-sama kita ketahui kita kekurangan tetaga penyuluh pertanian yang cukup banyak, perlu dievaluasi dan menjadi bahan pertimbangan untuk dilakukan penambahan penyuluh agar petani kita lebih konsentrasi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pertanian yang berhubungan baik tanaman pangan maupun hortikultura dan lain-lain. Maka dari itu Pemuda Tani juga hadir bersama pemerintah mendampingi petani memberikan pelatihan, memberikan edukasi demi kemajuan para petani kita yang ada di Kabupaten Asahan,” ujar Reza.
Selain itu juga Reza mengharapkan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Asahan untuk lebih memprioritaskan alat mekanisasi pertanian para petani kita yang masih menggunakan cara-cata manual.
“Sementara dengan perkembangan zaman dan tehnologi para petani juga mengharapkan sentuhan tehnologi yang hadir di tengah-tengah petani yang tentunya ini atas kewenangan dan kebijakan dari pemerintah kabupaten asahan melalui dinas pertanian,” tandas politisi yang juga anggota DPRD Kabupaten Asahan dari Partai Gerindra ini.
Paimin










