KARIMUN, Potretnusantara.id – Seorang pria asal Tanjung Balai Karimun, Kecamatan Meral, Adito atau dikenal dengan Ationg, yang berusia 30 tahun, beralih kerja menjadi nelayan atau penjual ikan setelah di PHK dari salah satu perusahaan yang ada di kota Batam.
Ationg menjelaskan sebelumnya ia sempat berkerja sebagai teknisi AC selama enam tahun, dikarenakan pandemi covid-19 melanda seluruh penjuru dunia, kini Ationg harus merasakan kehilangan pekerjaan yang selama ini ia tekuni dan menjadi nelayan bersama keluarganya.
“Sebelumnya saya merasa takut mau pulang karena dalam kondisi yang sedang di PHK, tapi keluarga tetap menyambut dengan baik dan menyemangati saya,”ujar Ationg, Jumat (24/09).
Ationg menjelaskan, ia merupakan anak pertama dari lima bersaudara, kedua adiknya telah menikah, namun tiga diantaranya belum menikah.
“Disini saya juga belum menikah, saya dari lima bersaudara, dua saudara saya sudah menikah, dan kini kami berkerja sebagai nelayan dan penjual ikan asin,”pungkasnya.
Dengan begitu dimasa Pandemi begini Ationg bersama keluarga bisa membuat ikan asin, ikan yang jenis Gelebe bahasa kampung sini.
“Disini kita kadang pergi bersama keluarga untuk mencari ikan setelah itu kita pulang dan mengolahnya dan kadang kami dalam waktu 3 hari bisa mencapai 10 kilogram dan kita jual per 10 hari,”ucap Ationg sambil mengolah ikan asin.
Dengan begitu, ia juga menyampaikan untuk modal garam, dan sebagainya ia harus mengutang dahulu, dan membayar ketika ikan telah terjual.
“Disini kita masih saudara, dan untuk ikan kadang kita mengutang dan akan dibayar setelah penjualan,”ujarnya.
Pantauan dilapangan, Ationg bersama adiknya, sedang mengolah ikan untuk dijadikan ikan asin, dan beberapa keluarganya pergi mencari ikan, dengan tujuan di laut pulau Tokong Hiu dan membawa beberapa perlengkapan untuk berhari di pulau tersebut.
Putri









