LHOKSEUMAWE, Potretnusantara.id — Proyek pembangunan jalur pejalan kaki (pedestrian) di atas tanggul laut Gampong Jawa dan Hagu (JAGU) Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe menjadi sorotan.
Proyek dengan anggaran belasan milyar rupiah tersebut minim informasi publik dan terkesan menjadi proyek tak bertuan.
Pantauan dilapangan, Rabu siang (7/7/21) terlihat beberapa pekerja sedang menuntaskan pekerjaan pembuatan taman. Namun sepanjang proyek tersebut tidak terlihat plang proyek yang memuat informasi proyek.
Ketika dilakukan konfirmasi terhdap para pekerja, mereka enggan memberitahu keberadaan pengawas proyek atau pihak rekanan.
Akibatnya, banyak pihak berasumsi bahwa proyek tersebut berwujud tanpa diketahui siapa pelaksana kegiatan dan sumber anggaran.
Ketika dilakukan konfirmasi dan menghubungi koordinator kotaku, Fitriyan melalui sambungan telepon. Dia menyebut proyek itu bukan program Kotaku seperti yang santer beredar.
Dia menyebut pihaknya hanya mengusulkan, sementara pelaksanaan proyek dari kementerian. Fitriyan juga memberi nomor kontak Zulfikri selaku pengawas kegiatan. Namun berkali-kali dihubungi, Zulfikri tidak menanggapi hal jawab dari media ini.
Camat Banda Sakti, Heri Maulana mengaku juga tidak mengetahui siapa pelaksana proyek dan teknis kegiatan. Dirinya mengaku hanya tahu proyek itu program Kotaku.
“Koordinator Kotaku ada mendatangi saya. Tapi kalau rekanan, saya tidak tahu siapa, karena hingga hari ini rekanan tidak pernah koordinasi dengan kita,” kata Heri di ruang kerjanya.
Informasi yang diperoleh media ini mengatakan proyek bernilai Rp 14 milyar tersebut dikerjakan PT Krueng Meuh, perusahaan yang berkedudukan di Kabupaten Aceh Utara.
Tidak diketahui juga kapan proyek itu selesai dikerjakan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Proses pembangunan jalan pejalan kaki berikut taman disisinya ini dikerjakan dengan resiko tinggi.
Pasalnya, pada proses pengecoran dan kegiatan lainnya, masyarakat sekitar juga terpantau berlalu lalang di lokasi. Belum lagi kegiatan rutin warga sekitar yakni nelayan pukat darat.
Ahmad










