TULANGBAWANG, Potretnusantara.id-Gonjang-ganjing penggunaan dana BOS SDN 01 Bina Bumi mulai menyeruak kepublik, hal ini menjadi perhatian beberapa pihak dan masyarakat. Beberapa pihak menginginkan adanya transparansi penggunaan maupun peruntukan dana BOS tersebut sehingga masyarakat mengetahuinya.
Yang saat ini menjadi sorotan adalah, ada beberapa item yang tidak sesuai dengan realisaiannya dilapangan, diantaranya kegiatan ekstrakurikuler. Dimana faktanya anak didik dimasa pandemi tidak melakukan kegiatan belajar tatap muka apalagi melakukan kegiatan ekstra kurikuler.
Namun anehnya dalam laporan penggunaan dana BOS salur untuk kegiatan ekskul yang sangat pantastis dalam satu tahap pencairan per empat bulan. Disamping itu ada juga kegiatan rehab ringan yang nilainya tidak kalah pantastis, padahal di tahun 2020 sekolah tersebut mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) pembuatan tiga lokal Ruang Kelas Baru (RKB) dan satu Unit ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Satu Unit Jambanisasi dengan nilai Lima ratus Sebelas Juta Lima ratus Ribu Rupiah (511.500.000) ditambah lagi salah satu item Langganan daya dan jasa yang nilai salurnya tidak kalah besarnya.
Sutrisno spd saat dikonfirmasi mengakui kalau selama masa pandemi ini memang tidak ada kegiatan belajar mengajar luring (Luar Jaringan) atau tatap muka
“Iya mulai akhir bulan tiga memang tidak ada lagi kegiatan belajar tatap muka, baik kegiatan pramuka dan olahraga yang sifatnya ekstra kurikuler tidak ada kegiatan,” ujar Sitrisno spd disekolah. Senin (19/04).
Diakui, bahwa kegiatan extrakurikuler tidak dilaksanakan selama pandemik, sementara dalam laporan penggunaan dana bos dianggarkan pada pencairan tahap pertam dengan nilai Rp6.236.000 pada tahap dua Rp2.076.000 dan pada tahap tiga Rp6.236.000.
Sedangkan mengenai langganan daya dan jasa Sutrisno menjelaskan, untuk penggunaan WiFi Rp500.000 perbulan, langganan koran Rp350.000, listrik Rp150.000.
“Jadi ya wajar kalau nilainya sembilan juta pertahun,”ungkap sutrisno. Sementara dalam lapporan penggunaan dana bosnya dianggarkan pada pencairan tahap pertama Rp8.315.000 tahap kedua Rp9.130.000 dan tahap ketiga Rp315.000.
Mengenai rehab ringan terhadap realisasinya yang pada tahun 2020 sekolah SDN 01 Bina Bumi mendapat bantuan ruang kelas baru (RKB)
“Ada tapi saya tidak ingat semuanya, saya minta waktu kross chek dulu ke operator sekolah jadi saya minta waktu nanti saya hubungi untuk memberi keterangan,”janjinya. Ini juga di anggarkan pada pencairan tahap pertama Rp16.341.000 tahap kedua (0) tahap ketiga Rp8.602.000.
Saat dikonfirmasi terkait persoalan ini ke pihak terkait baik Inspektorat dan Dinas Pendidikan Tulang Bawang hingga berita ini dibelum berhasil dihubngi, banyak pihak menginginkan agar pihak terkait melakukan audit terhadap penggunaan dana BOS SDN 01 Bina Bumi.
ssd










