Karimun, Potretnusantara.id- Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rachmadi mengatakan, bahwa pada Minggu tanggal 18 April 2021 seorang perempuan warga Tanjung batu kundur, meninggal saat ingin ke RSUD Muhammad Sani.
“Pasien awal nya di rawat di IGD RSUD Kundur, setelah menjalani observasi selama 3 jam kondisinya makin membaik, kemudian dirujuk ke RSUD Muhammad Sani namun, dalam perjalanan (masih di Kundur) dia dinyatakan meninggal,” ucap Rachmadi.
Tambahnya, bahwa korban telah dilakukan rapid anti gen yang dinyatakan positif covid-19 dan dilakukan rapid anti gen selama empat kali tetap hasil positif covid-19.
“Pasien sempat melakukan rapid anti gen sebanyak empat kali yang hasilnya tetap positif,” ujarnya
Sebelum itu korban sempat dinyatakan sebagai probable covid-19. Akan tetapi setelah di tes PCR keluar dengan hasil positif, maka pasien dinyatakan meninggal karena covid-19.
“Kita telah melakukan tes PCR hasil nya positif, dan kita telah melakukan pemakaman korban pada Senin 19 April 2021 secara protokol kesehatan dan pihak keluarga menerimanya,” jelasnya.
Rachmadi menambahkan, kami melakukan tracing kepada 10 orang yang berkontak langsung terhadap koraban dan hasilnya satu orang dinyatakan reaktif anti gen.
“Kita tunggu dulu hasil PCR nya kemungkinan bisa Positif,” ucap Rachmadi.
Dan korban kedua seorang warga Tanjungutan, Kecamatan Buru berjenis kelamin laki-laki yang sudah dikebumikan juga secara protokol kesehatan, dikebumikan di Sememal, Kelurahan Pasirpanjang, Kecamatan Meral Barat pada Senin, 19 April 2021.
“Kita telah melaksanakan penguburan secara protokol kesehatan, sebelumnya sempat tarik ulur dengan keluarga yang mana keluarga ingin mengebumikan di Tanjungutan,” jelasnya.
Rachmadi menjelaskan dengan bertambahnya dua orang warga kabupaten Karimun yang meninggal jadi total keseluruhan sebanyak 21 orang yang sudah meninggal dan 19 orang yang masih di isolasi saat ini.
Putri.










