Karimun, Potretnusantara.id – Kelurahan Buru mengadakan acara sosialisasi pencegahan stunting yang dilaksanakan di Aula Kantor Kelurahan Buru, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Selasa (17/12/2024).
Kegiatan ini dibuka oleh Camat Buru Muhammad Rahendra dan dihadiri oleh keluarga dari anak stunting, termasuk para ibu hamil, Tim penggerak PKK, Kader Posyandu, Forum RT RW, LPM dan perwakilan ibu menyusui, serta keluarga dengan balita.
Turut hadir Lurah Buru Zulkarnain, Babhinpotmar, Babhinkantibmas Buru, KUA Buru, Ketua Tim Penggerak PKK Kel. Buru, Ka UPT PLN Buru, Ka UPT dihub Buru, Ketua LPM Kel. Buru, dan Ketua Forum RT RW Buru.
Acara ini menghadirkan narasumber dari Puskesmas Buru yaitu dr. Dapot Nainggolan, dr. Abdul Rasyid Joheri dan Camat Buru Muhammad Rahendra.
Camat Buru, Muhammad Rahendra, saat membuka kegiatan menyampaikan dan menyarankan kepada peserta pentingnya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI yang bergizi.
“Tujuan akhir program stunting ini adalah melahirkan generasi cerdas dan berkualitas,” ujar Hendra.
Sementara, Lurah Buru Zulkarnain menekankan pentingnya kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Menurut Zulkarnain, bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang dapat mengakibatkan dampak jangka panjang pada perkembangan fisik dan kognitif anak.
“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” kata Zulkarnain.
Lurah Buru mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama berkomitmen dalam mencegah stunting dengan mempraktikkan pengetahuan yang telah diperoleh dan berbagi informasi dengan tetangga serta keluarga.
Selain itu ia juga menyebut bahwa program pemeriksaan kesehatan rutin dan pemberian makanan tambahan akan terus dilakukan di posyandu kelurahan.
“Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Kelurahan Buru mengenai pentingnya pencegahan stunting, sehingga tercipta generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan,” ungkapnya.
Diketahui, Pemateri pertama diisi oleh dr. Abdul Rasyid Joheri yang memaparkan materi tentang penyebab, dampak, dan cara mencegah stunting, pola asuh anak dan masa keemasan anak. Dirinya menjelaskan bahwa asupan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan yang mencakup masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun sangat krusial.
Di akhir acara, dilakukan penyerahan susu Dancow kepada Keluarga dengan anak stunting oleh Lurah Buru, Zulkarnain. (Ery).
Editor : Din










