MEDAN, Potretnusantara.id – Miris nasib Guru-guru Honorer di Kota Medan, yang mengungkapkan menerima gaji yang jauh dari kata layak walaupun telah mengabdi belasan bahkan puluhan Tahun tanpa ada kepastian status kerja. Mereka terpaksa ada yang mencari pekerjaan sampingan demi bertahan hidup. Namun, mereka memutuskan tetap bertahan karena satu hal, yaitu mencintai profesi atau pekerjaan
Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala mendorong Pemkot Medan agar menerapkan transparansi pada pembayaran gaji guru honorer dari bantuan operasional sekolah (BOS).
“Kita minta tidak ada lagi manipulasi. Kasus ini harus jadi efek jera. Jika terbukti melakukan pelanggaran, kita minta Pemkot Medan tegas menindak semua oknum yang terlibat,” jelasnya di Medan, Jumat, 18/3/2022.
Guna menyikapi polemik guru honorer, salah seorang guru yang menyampaikan
pengaduan yakni Marpaulina Simamora yang merupakan guru honorer di SD Negeri 064959 Medan akibat gaji yang diterima berbeda dengan laporan dana BOS pihak sekolah Rajudin merespon serius terhadap polemik
“Para Guru honorer juga merupakan pahlawan Pendidikan yang mengabdi untuk anak-anak bangsa, jadi sudah seharus kita perjuangkan aspirasi mereka” ungkapnya.
Padahal, lanjut dia, adanya penggunaan dana BOS dituntut untuk transparan sesuai Permendikbud No.19/2020 tentang perubahan Permendikbud No.8/2020 tentang Petunjuk Teknis BOS Sekolah Reguler.
Dalam waktu dekat ini, kita akan berencana segera memanggil Dinas Pendidikan Kota Medan, Kepala SD Negeri 064959 Medan dan guru yang bersangkutan.
“Kita akan panggil, guna mengungkap persoalan ini bisa diselesaikan,” tutur Rajudin tegas.
Marpaulina Simamora, guru honorer di SD Negeri 064959 Medan mengaku gaji dirinya tidak sesuai dengan laporan dana BOS sebesar Rp450 ribu per bulan.
“Saya guru Agama Kristen di SD 064959, saya terima gaji Rp250 ribu. Padahal di laporan dana BOS yang saya cek di Dinas Pendidikan gaji saya itu sebesar Rp450 ribu per bulan,” jelas dia.
Ia telah mempertanyakan besaran gaji itu langsung ke kepala SD Negeri 064959 Medan, namun jawaban yang diperolehnya belum memuaskan.
Bahkan dirinya pernah mempertanyakan ke Dinas Pendidikan Kota Medan, tetapi belum mendapat respon yang memuaskan, termasuk mengirimkan pesan langsung ke Wali Kota Medan Bobby Nasution.
“Bahkan ke Dinas Pendidikan pun sudah saya laporkan, ke Wali Kota Pak Bobby Nasution lewat Instagram dan Facebook juga sudah saya sampaikan, tapi belum direspon serius,” imbuh Marpaulina lirih.
Nurlince Hutabarat










