SINGKIL, Potretnusantara.id – Salah satu sarana yang digunakan Tunanetra untuk membaca adalah huruf Braille. Namun tidak semua Tunanetra dapat membaca huruf Braille dengan baik.
Seperti yang dirasakan Safnir (50) warga Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil mengatakan sebelumnya tidak dapat membaca dengan baik.
“Saya sebelumnya tidak bisa membaca dengan baik, namun seketika saya mendengar ada progaram pelatian membaca bagi tuna netra digunung Meria tahun 2014 yang diadakan oleh persatuan purtuni dari Banda Aceh maka saya tertarik untuk menggikuti pelatian tersebut,”kata Safnir. Minggu (22/8)
Dirinya sangat bersyukur saat ini telah dapat membaca dan menulis
“Sukur alhamdulilla saya sekarang udah bisa baca dan menulis dengan baik walaupun saya tidak bisa melihat tapi saya sudah bisa mempergunakan ilmu tersebut,”ungkapnya bangga.
Seperti pada sekarang ini, usaha dagang miliknya sudah dapat menyusun pembukuannya.
“Harapan saya bagi kawan kawan tuna netra, mari kita bagun pelatian tulis baca ini dengan alat Breile. Supaya kita bisa mendorong atau meminta dukungan kepada pemerinta Kabupaten Aceh Singkil supaya pendidikan ini akan dapat dilanjuti seperti pedidikan yang lain,”ajaknya.
mardin










