TAPANULISELATAN, Potretnusantara.id-Harahap, sopir truc CPO BB 9313 FP terpaksa menahan sakit kakinya yang patah akibat truc yang dibawanya terguling di jalan Batang Toru Rianiate tepatnya di Desa Aek Pardomuan, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Mingu (25/7) sekira pukul 02.00 wib.
Abdul Rahman, salah satu warga sekitar mendengar bahwa Harahap sebelumnya bersama tiga rekannya sesama sopir masih bersama-sama dari arah Natal menuju Batang Toru.
“Setiba di Simataniari sekira pukul 00.00 wib mereka berhenti. Namun sekira pukul 02.00 wib Harahap berangkat duluan dari kedua rekannya,”kata Abdul Rahman menjelaskan informasi yang ia dapatkan.
Dijelaskan, jarak Simataniari dengan tempat kejadian jatuhnya Harahap berkisar lebih kurang lima kilo meter atau sekitar 1/4 jam perjalanan.
Diperkirakan Harahap mengalami kecelakaan sekira pukul 02.30 wib dan baru ditemukan warga sekitar sekira pukul 06.30 wib. Dan saat mengemudi, Harahap diketahui sendirian tanpa ditemani oleh keneknya.
“Jadi kondisinya terjepit dibawah truc itu dan meninggal ditempat. Jadi kemungkinan selama 3 jam dia (harahap-red) terjepit tanpa pertolongan. Karena memang tidak ada kendaraan yang lewat,”paparnya.
Sementara itu, warga yang pertama melihat kejadian tersebut merasa kaget saat melihat ada truc yang terguling di Desa Aek Pardomuan. Dia langsung berlari dan berteriak untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar.
“Saya kaget, dan saya langsung lari meminta pertolongan kepada warga,”kata warga tersebut.
Dari data yang dihimpun, dengan adanya kejadian tersebut para warga yang mengetahui akhirnya menuju lokasi dan memberikan pertolongan kepada Harahap yang saat itu kondisinya terjepit dibawah truc.
H. siregar










