Aceh Singkil, Potretnusantara.id – Di tengah masa kampanye dialogis menjelang Pilkada pada 27 November 2024 mendatang, insiden perusakan spanduk pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil nomor urut 01, H. Safriadi Oyon SH – H. Hamzah Sulaiman SH, mengejutkan publik.
Spanduk pasangan dengan slogan “SAHABAT” ini diduga dirusak oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Senin (28/10/2024).
Nasri, salah seorang tim pendukung pasangan Oyon-Hamzah, mengungkapkan bahwa spanduk yang terpasang di tempat jualan ikan sore tersebut ditemukan dalam keadaan robek. Kerusakan ini diduga dilakukan sengaja dengan alat tajam, seperti silet atau pisau cutter. Ia juga menduga aksi ini terjadi pada malam hari, terkesan sistematis dan bertujuan mengusik ketenangan pendukung pasangan nomor urut 01.
“Kami menilai ada upaya untuk memicu kericuhan diantara pendukung kami. Namun, kami berkomitmen untuk tetap tenang dan mendukung demokrasi damai,” ujar Nasri.
Dalam merespons kejadian ini, tim pendukung dan simpatisan SAHABAT langsung melakukan koordinasi untuk memastikan respons yang bijak. Mereka berharap para relawan, simpatisan dan seluruh pendukung tetap tenang dan tidak terpancing oleh tindakan yang mengganggu ketertiban ini.
“Para tim relawan menyayangkan adanya tindakan perusakan spanduk ini, karena mencerminkan pemahaman demokrasi yang belum sepenuhnya matang. Kejadian ini bisa menjadi momen pembelajaran bagi kita semua. Demokrasi mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan, termasuk simbol-simbol kampanye yang dipasang oleh setiap pasangan calon,” tambah salah satu relawan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya menjaga kedamaian dalam proses demokrasi.
“Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang. Mari kita jaga suasana yang damai dan kondusif hingga hari pemilihan,” imbuhnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk menjaga situasi politik tetap harmonis dan saling menghormati hak setiap individu dalam menyampaikan aspirasi. Segenap tim SAHABAT percaya bahwa demokrasi yang sehat terwujud dari sikap toleransi, kedewasaan, dan kesadaran akan pentingnya kebersamaan dalam keragaman.
(Mardin).
Editor : Din










