ASAHAN, Potretnusantara.id- Susanto (35) warga Dusun IV Desa Persatuan, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan tergolek lemah di tempat tidur beralaskan daun pisang. Sudah tiga bulan lebih ia tidak dapat beraktivitas seperti biasa akibat penyakit aneh yang dideritanya.
Menurut Lusi (32) penyakit aneh yang diderita suaminya itu didapat dari tempat pekerjaannya di Perawang, Riau sebagai operator beko pada dua setengah tahun lalu. Bermula hanya timbul benjolan berair di kulit tangan seperti terbakar. Namun bisa disembuh setelah berobat di kampung halamannya Desa Persatuan. Penyakit itu timbul lagi, ketika ayahnya meninggal dunia Susanto sempat turut memandikan jenazah orang tuanya.
” Sejak itulah penyakitnya kambuh dan semangkin hari bertambah parah. Sampai sekarang sudah hampir seratus hari belum sembuh “ucap Lusi kepada awak media yang ditemui di kediamannya, Sabtu (23/07/22).
Dikatakannya lagi, upaya pengobatan sudah dilakukan secara medis maupun tradisional, dan telah banyak menghabiskan biaya, tapi belum juga sembuh. Miris, hampir seluruh kulit badannya yang melepuh berubah hitam dan menimbulkan bau daging yang mulai membusuk. Begitu juga kulit yang melepuh dibahagian punggung tampak terkupas berwarna merah seperti luka bakar akibat gesekan kain yang digunakan sebelumnya sebagai alas tidur.
” Kami tidak peserta BPJS, harapan kami pemerintah bisa membantu suami saya bagaimana bisa mendapat pengobatan secara gratis, karena kami sudah tidak punya biaya lagi ” harap Lusi.
Kini ayah tiga anak yang merupakan tulang punggung keluarga itu tak bisa berbuat banyak, hanya merasakan perih, panas dan mendenyut yang menyiksa. Hingga kini, penyakit yang dideritanya itu belum diketahui apa namanya. Kondisinya semangkin hari bertambah parah, makan dan minum terpaksa menggunakan pipet plastik karena mulutnya tidak bisa terbuka apa lagi bicara, hanya erangan yang bisa dilakukan bila menginginkan sesuatu yang diminta.
Secara terpisah Kades Persatuan yang dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa dirinya bersama Camat Pulau Rakyat telah menyempatkan diri menjenguk Susanto yang sakit dan memang kondisi penyakitnya sangat memperihatinkan.
” Kami dari Pemerintah dan masyarakat Desa Persatuan sudah membuat donasi untuk membatu Susanto yang sakit, uang yang terkumpul kami serahkan kepada keluarga untuk bantuan biaya perobatannya ” tandas Kades.
Paimin










