ASAHAN, Potretnusantara.id- Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan diharapkan agar serius untuk menangani Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun XI Bulu Cina Desa Padang Mahondang, Kecamatan Pulau Rakyat yang diduga mangkrak/terbengkalai akibat belum selesai dikerjakan.
Masyarakat menduga gedung Pustu yang direnovasi sejak tahun 2023 hingga tahun 2024 belum selesai dikerjakan itu merupakan proyek “siluman”, karena tidak terdapat papan informasi. Sehingga masyarakat tidak mengetahui nama proyek, CV apa yang mengerjakan, berapa anggaran dan sumber dananya.
“Kami tidak mengetahui ada plank informasi di saat pekerjaannya. Kami atas nama masyarakat berharap proyek rehabilitasi ini cepat diselesaikan, agar pelayanan kesehatan khususnya masyarakat di Bulu Cina ini tidak terhambat,” ujar salah seorang warga Desa Padang Mahondang marga Siregar. Sabtu (14/12).
Pantauan media, gedung Pustu terbengkalai belum dipasang plafon/asbes, dilantai masih yang lama, atap seng bahagian belakang masih ada yang belum dipasang, gedung belum dicat, dan belum dipasang Kwh meter PLN.
“Karena tidak adanya penerangan lampu PLN pada malam hari gelap gulita dan menyeramkan, maka warga menjuluki Pustu itu “rumah hantu”, karena ada warga yang katanya pernah melihat makluk mirip kuntilanak saat melintas di malam hari depan pustu”, ucap warga yang tinggal disekitaran Pustu.
Secara terpisah Kepala Puskesmas Ofa Padang Mahondang dr Citra yang dikonfirmasi media melalui pesan whasap mengucapkan terimakasih atas kepeduliannya dengan Pustu yang ada di Bulu Cina Desa Padang Mahondang. Namun kenapa Pustu itu mangkrak Kapus minta agar dipertanyakan langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan.
“Saya juga kurang paham kenapa masih terkendala, tanyakan saja kepada Kadis Kesehatan Asahan pak,” pungkas dr. Citra melalui pesan whatsapp, Jum’at (13/12).
Sementara itu Kepala Dinas Kabupaten Asahan dr. Hari Sapna, MKM melalui Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Asahan Arbin Ariadi Tanjung, S.E, dikonfirmasi wartawan mengatakan, mangkraknya bangunan Pustu tersebut akibat adanya pemutusan kontrak kerja tahun 2023.
“Tapi tahun 2024 ini akan dilanjutkan pembangunannya, mudah-mudahan selesai tahun ini. Mengenai CV apa yang mengerjakan nanti akan diketahui dengan sendirinya setelah dikerjakan kembali,” pungkas Tanjung.
paimin










