BATAM, Potretnusantara.id-Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Provinsi Kepulauan Riau, Haripinto Tanuwidjaja menilai bahwa beberapa tahun belakangan ini, secara luas konsep pluralisme ditengah masyarakat sudah mulai memudar. Padahal menurutnya pluralisme ini sangat penting mengingat keanekaragaman suku, ras dan agama yang dimiliki Bangsa Indomesia.
Dikatakan, secara luas, pluralisme merupakan paham yang menghargai adanya perbedaan dalam suatu masyarakat dan memperbolehkan kelompok yang berbeda tersebut untuk tetap menjaga keunikan budayanya masing-masing
Hal ini disampaikan Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Provinsi Kepulauan Riau, Haripinto Tanuwidjaja saat pelaksanaan sosialisasi dan penyerapan partisipasi masyarakat secara actual dan luas bersama pengurus dan anggota Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKAG) Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Sabtu, (21/5).
“Pluralisme pada tatanan implementasinya, menuntut adanya interaksi antar kelompok yang berbeda dengan landasan saling menghormati dan toleransi satu sama lain,”kata Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Provinsi Kepulauan Riau, Haripinto Tanuwidjaja dalam sambutannya.
Dijelaskan, seluruh komponen plural yang terlibat di dalamnya memiliki kedudukan yang sama. Sama dalam artian sama-sama berhak untuk dihormati, sama-sama berhak untuk dihargai, dan sama-sama berhak untuk diayomi oleh negara.
“Sampai di sini, kita dapat melihat dengan jelas, keberadaan posisi pluralisme sejatinya adalah dalam ranah sosial, bukan yang lain,” katanya.
Dikatakan, saat ini cenderung agama yang notebenenya merupakan salah satu faktor keberagaman, menyeruak menjadi isu utama dan memonopoli istilah pluralisme. Muncullah kemudian apa yang disebut “pluralisme agama”.
Padahal tambahnya, Pluralisme memiliki konsep sebagai landasan multikulturalisme. Multikulturalisme secara sederhana dapat dikatakan pengakuan atas pluralisme budaya. Pluralisme budaya bukanlah suatu yang given tetapi merupakan suatu proses internalisasi nilai-nilai didalam suatu komunitas.
Multikulturalisme memiliki sebuah ideologi dan sebuah alat atau wahana untuk meningkatkan derajat manusia, maka konsep kebudayaan harus dilihat dalam perspektif fungsinya bagi kehidupan manusia, sebagai sebuah ide atau ideology.
“Bahwa Bhineka Tunggal Ika menawarkan suatu alternatif melalui penerapan strategi dan konsep yang menciptakan pemanfaatan multikulturalisme yang ada dimasyarakat,”jelasnya.
Untuk menghadapi tantangan dan ancaman bangsa tersebut, menurut politisi yang akrap dengan gelar senator seribu pulau ini, menekankan bahwa keanekaragaman budaya bangsa Indonesia merupakan Kebhinnekaan sistem sosial dan budaya Indonesia merupakan kenyataan yang tidak mungkin diingkari dan sudah final serta teruji secara historis.
“Dengan keanekaragaman yang ada pada bangsa Indonesia ini tidak diharapkan menuju ke arah perpecahan, tapi harus menuju pada persatuan dan kesatuan bangsa,”tegasnya.
Sementara itu, Badan Kerjsama Antar Gereja Kota Batam sebagai peserta acara sosialisasi menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya karena sudah bisa ikut berpartsipasi dalam acara sosialisasi tersebut.
“Sangat benar apa yang disampaikan Pak Haripinto tadi, bahwa memang pluralisme ini harus kita hormati bersama untuk kemajuan bangsa ini,”kata salah satu peserta.
Ssegenap pengurus dan anggota BKAG Kota Batam sepakat untuk dapat menjadi utusan Negara dalam mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan pada lingkungan masing-masing.
nando















