KARIMUN, Potretnusantara.id- Ketua Petani Muda (CCN) Tri kuniadi, mengatakan kondisi yang dialami para petani saat ini adalah selain kesulitan terhadap air dalam berkebun juga kesulitan saat ingin memberantas hama, kondisi ini cenderung membuat para petani mengalami panen yang tidak maksimal.
“Kita sangat kesulitan saat tanaman sudah tumbuh subur, timbul hama-hama yang membuat daun tanaman tidak begitu baik,”ucap Tri. Jumat (9/4).
Tri menambahkan bahwa di petani Muda CCN masih mengunakan pupuk organik (Kompos) yang di olah sendiri. Tri mengharapkan agar adanya penyaluran pupuk subsidi kepada para petani sesuai kebutuhannya.
“Kita membuat pupuk organik sendiri, seperti mencampurkan tanah bakar, sekam, serabut-serabut kayu dan bekas kotoran kambing yang diolah menjadi satu,”ucapnya.
Selain itu, Tri menjelaskan bahwa kendala saat penanam berpengaruh pada pupuk, dimana pupuk sebagai penyuburan suatu tanaman.
“Ketika tanaman sudah subur, kita juga mendapat kendala pada hama, hama yang datang bisa membuat kita gagal panen ataupun tanaman mudah mati. Tumbuhan menjadi tidak layak sehingga kami harus melakukan 3 kali penyemprotan selam 1 bulan,” pungkasnya.
Dalam hal ini, Tri juga mengharapkan kepada dinas terkait, agar nantinya bisa memberikan pupuk sesuai dengan kebutuhan para petani artinya sesuai kebutuhan tanaman petani.
“Kita mengharapkan agar pemerintah bisa membantu memberikan pupuk sesuai yg dibutuhkan para petani, banyak dari teman petani lain yang merasa pupuk yang diberikan pemerintah tidak sesuai yang dibutuhkan.
Tetaplah semangat untuk para petani ataupun pekebun yang ada di karimun,”tutupnya.
putri










