NATUNA, Potretnusantara.Id – Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa Kabupaten Natuna, Muhammad Zaki, SH Jelaskan kesiapan pihaknya menghadapi kelangkaan air bersih saat musim kemarau kepada Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna.
Zaki menguraikan, saat ini ketersediaan air bersih saat musim kemarau hanya mencapai 40% titik kemarau, hal ini di karenakan beberapa tempat penampungan air bersih (Intek) sudah menyusut ataupun mengalami kerusakan mengakibatkan penampungan air tidak terpenuhi dengan normal.
Menangapi permasalahan ini, Zaki menjelaskan kepada Komisi III DPRD Natuna, pihaknya akan menerapkan sistem bergilir nantinya. Mengingat jumlah air yang ada pada penampungan Intek terbatas.
“Pertama kita akan melakukan penyuplaian air ke pelanggan dengan jadwal bergilir. Untuk saat ini diprediksi sudah mencapai 40% titik kemarau, karena ada sebagian intek kita menyusut,” ucap Zaki saat Rapat kerja Perumda Tirta Nusa dengan Komisi III DPRD Natuna.(7/2).
Rapat kerja dipimpin Rusdi dari Partai PDIP bersama Komisi III DPRD Natuna juga meminta keterangan.diantaranya, Lamhot Sijabat Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) menanyakan keberadaan SPAM di wilayah Batubi kepada Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna.
“Kemungkinan dalam tahun ini SPAM Batubi diusahakan aktif walaupun hanya beberapa jam. Kendalanya saat ini ada beberapa mesin diketahui sudah rusak dan sebagian alat-alat penunjang lainnya hilang,” papar Zaki.
Selanjutnya, Junaidi dari Partai Hanura juga sempat mempertanyakan keberadaan air bersih di Desa Sepempang dan sekitarnya,dimana ia mempertanyakan bagaimana pihak Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna mengelola spam yang ada di wilayah Sepempang.
“Keberadaannya tetap akan diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat banyak. Insya Allah nanti akan kita koordinasikan ke kepala desa setempat mengenai hal itu, supaya bisa kembali lagi ke PDAM, karena tahun-tahun sebelumnya pernah dikelola PDAM,” jelas Zaki.
Selain itu, Eri Marka dari partai Golkar juga mempertanyakan kesiapan air bersih khususnya di wilayah Kecamatan Bunguran Selatan. Kata Zaki, Politisi Partai Golkar itu, sempat bertanya mengapa dalam satu bulan kemarin pendistribusian air di daerah tersebut sempat terganggu.
“Ada jaringan pipa terganggu dan Alhamdulillah sudah selesai diperbaiki. Sekarang sumber air di daerah itu cukup lumayan, jaringan pipanya juga dibuat tersendiri tanpa ada menempel atau konek dengan jaringan lain. Pipa khusus sampai ke Cemga sudah tersendiri, jika pendistribusiannya belum merata itu dikarenakan tekanan air ke Bunguran Selatan masih belum normal,” ungkap Zaki.
Pada moment ini, Zaki sangat berterima kasih kepada Komisi III DPRD Natuna dan berharap nantinya bisa membantu akses untuk kesejahteraan dan mengatasi permasalahan yang dialami Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna khususnya pelayanan masyarakat melalui pembangunan bak air dan pembenahan jaringan pipa.
Kalit









