ASAHAN, Potretnusantara.id- Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Asahan – Tobasa antara Simpang PKS PTPN IV Pulau Raja Desa Orika – Desa Pulau Rakyat Pekan, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan sejak beberapa tahun belakangan ini mengalami rusak berat.
Untuk mengatasi jalan yang rusak di daerah itu, Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC-PP) beserta Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila (PR-PP) se-Kecamatan Pulau Rakyat melakukan gotong royong menutup jalan yang berlubang dengan menggunakan batu pecah dan tanah yang berada disekitar Desa Orika.
” Gotongroyong ini sebagai bentuk kepedulian dengan lingkungan sekitar guna mencegah terjadi kecelakaan akibat lubang di badan jalan ,” ujar Ketua PAC PP Pulau Rakyat, Tambor Silitonga disela kegiatan gotongroyong tersebut, Minggu (28/11/2021).
Dikatakan Tambor bahan material untuk menimbun jalan yang berlubang menggunakan batu-batu bekas bongkaran dan tanah yang ada disekitar. Dengan adanya perbaikan jalan ini diharapkan dapat mengurangi terjadinya kecelakaan. Selain itu arus lalulintas Asahan – Tobasa ini bisa semangkin lancar, karena jalan ini cukup ramai terutama pagi dan sore saat anak sekolah pergi dan pulang.
“Gotongroyong ini kami harapkan bisa mengugah Pemerintah Provisi Sumatera Utara yang punya kewenangan untuk segera memperbaiki jalan yang rusak dan memberikan batasan-batasan kenderaan yang keluar masuk membawa angkutan over kapasitas,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Ranting Pemuda Pancasila Desa Orika, Amat Lamatokan menjelaskan, bahwa Pemuda Pancasila gotongroyong pada hari hanya mengandalkan tenaga anggota Pemuda Pancasila Desa Orika dan dibantu dari PAC dana kosumsi ditanggung secara swadaya.
” Gotongroyong perbaikan jalan ini rencananya akan kita lanjutkan sampai ke jalan Desa Pulau Rakyat Pekan, Kecamatan Pulau Rakyat yang kondisi lebih parah ” ujar Lamatokan.
Hal senada disampaikan Sekretaris PAC PP Pulau Rakyat, Paimin. Pada kegiatan gotongroyong selanjutnya Pemuda Pancasila Pulau Rakyat sangat mengharapkan perhatian dan bantuan material dari perusahaan maupun pengusaha dan pihak Asahan III, karena yang paling banyak menggunakan kenderaan truk keluar masuk melintasi jalan ini dengan muatan kafasitas melebihi tonase.
Lanjut dikatakan Sekjen, Pemuda Pancasila memiliki motto “Sekali layar terkembang surut kita berpantang ” Artinya, ketika suatu keputusan telah diambil, maka seharusnya tidak ada lagi keragu-raguan.
” Mudah-mudahan apa yang kami kerjakan ini membawa mamfaat khususnya bagi pengguna jalan ini,” pungkas Paimin.
Paimin










