PADANGSIDEMPUAN, Potretnusantara.id-Palti, warga Huta Hanopan, Paluta tidak dapat berbuat banyak ketika Televisi dan Parabola yang ia kredit dari Perusahaan Metro Padang Sidempuan membongkar paksa parabolanya dan menyita Televisi dari rumahnya. Selasa (25/5).
Tindakan ini dinilai sangat berlebihan mengingat kondisi Palti yang sedang sakit karena mobil yang ia tumpangi beberapa waktu lalu mengalami kecelakaan sehingga membuat kondisinya luka-luka dan patah tulang.
“Saya mengakui memang saya menunggak dua bulan, tetapi itu bukan karena tidak mau bayar namun kondisi saya saat ini masih belum dapat bekerja dan masih menjalani pengobatan,”kata Palti menyayangkan.
Ketika dilakukan pembongkaran, T Simamora ibu kandung Palti mencoba melakukan negoisasi agar parabola serta televisi anaknya tidak disita dan berjanji akan melakukan pembayaran atau tunggakan anaknya, Namun tawaran tersebut tidak digubris oleh para Debt-collector suruhan Metro.
“Saya sudah sampaikan akan saya bayar tunggakan anak saya, namun mereka (Debt collector-red) tidak menggubris dan tetap membongkarnya,”katanya kecewa.
Dia sangat berharap adanya kebijakan dari pihak Metro, karena barang yang dikredit oleh anaknya tidak hilang sia-sia.
“Harusnya ada kebijakanlah, anak saya bukan tidak mau bayar namun kebetulan kondisinya sakit. Dan lagian sayapun mau membayarnya namun kenapa sikap suruhannya begitu,”paparnya.
regar










