Karimun, Potretnusantara.id – Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Sememal, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri sudah diresmikan pada Kamis, 6 Juni 2024 lalu oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq. Namun, hingga kini SPBE tersebut belum juga beroperasi.
Keberadaan SPBE yang dikelola oleh PT. Palugada Karimun Sejahtera ini diharapkan mampu mengatasi kelangkaan gas elpiji khususnya tabung 3 kilogram di Kabupaten Karimun.
Ketiadaan suplai listrik dari PT Soma Daya Utama yang berada di daerah Zona Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (Zona 1) dikabarkan menjadi alasannya.
Berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya dengan menyurati Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.
“Pak Bupati sudah dua kali bersurat ke Kementerian ESDM lewat Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. Namun, belum ada tindak lanjut,” ujar Kabid ESDM Dinas Perdagangan, Koperasi, UMKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Vandarones Purba kepada Potretnusantara.id, Sabtu (15/6/2024).
Untuk itu, Pemkab Karimun melalui Dinas Perdagangan, Koperasi UMKM dan ESDM akan menyampaikan langsung ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan tentang kondisi kelistrikan di Karimun.
“Rencananya hari Rabu atau Kamis kami akan ke Kementerian ESDM Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan untuk menyampaikan ke mereka bahwa PT Soma Daya Utama belum dapat mensuplai listriknya ke SPBE,” katanya.
“Karena penentunya di mereka,” sambungnya.
Ia berharap Kementerian ESDM bisa berempati dan merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Karimun sehingga mereka mau memanggil PT Soma dan PT Soma mau mengizinkan pihak PT PLN untuk mengalirkan listriknya ke SPBE tersebut.
“Tapi jika Kementerian ESDM tidak mau mengambil tindakan dan tidak mau memberikan solusi berarti Kementerian ESDM tidak menganggap bahwa masyarakat Kabupaten Karimun ini ada di Indonesia.” tegasnya. (Ery).
Editor : Din










