PADANGSIDIMPUAN, Potretnusantara.id – Puluhan Ibu rumah tangga warga Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan terpaksa memenuhi “aturan” yang tidak pasti, asalkan tetap terdaftar menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini terpaksa menelan pil pahit dan kecewaan yang mendalam saat kegiatan penerimaan mamfaat di Kantor Camat Angkola Sangkunur. Kamis (14/4).
Ibu Rumah Tangga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini dijanjikan akan mendapat sembako, sehingga dengan demikian mereka berbondong-bondong ke Kantor Camat Angkola Sangkunur.
“Tadinya ada katanya sembako, tetapi kita tunggu tidak ada pak, kita cuman menerima uang bantuan itu Rp200ribu saja,”kata salah satu ibu rumah tangga pemerima mamfaat yang enggan disebut namanya.

Dalam hal ini, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) meminta kejelasan sebenarnya dari pihak Dinas Soaial sehingga masyarakat tidak berasumsi liar.
“Ada yang bilang nilainya semestinya Rp500ribu rupiah, dimana Rp300riburupiah untuk nilai sembako dan Rp200riburupiah diterima tunai, namun saat ini kami cuman dapat Rp200riburupiah saja, makanya kita ingin kejelasan, yang sesungguhnya seperti apa,”katanya heran dan ingin kepastian dari pemerintah.
Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) juga merasa takut untuk mencari informasi yang sebenarnya, karena ada berkembang dimasyarakat jika diperjelas makan akan dihilangkan dari data KPM bulan berikutnya.
“Kami terpaksa pak, soalnya kalau banyak bertanya katanya data kita akan dihilangkan dari daftar, jadi kami pasrah saja,”kata IRT ini lusuh.
Hingga berita ini disiarkan, pihak Dinas Sosial dan Ketua Kelompoknya belum dapat di konfirmasi terkait kebenaran yang disampaikan Ketua Kelompok masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
H. Siregar










