Potretnusantara.id, Natuna — Kapolres Natuna mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim dan beraktivitas di wilayah pesisir Kabupaten Natuna, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi pada 19 hingga 23 Desember 2025.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul informasi pasang laut tinggi yang berpotensi menimbulkan genangan di kawasan pesisir, pelabuhan, tambak, dan permukiman warga. Berdasarkan data yang diterima, ketinggian pasang harian diperkirakan mencapai 2,1 hingga 2,2 meter, dengan puncak pasang terjadi pada 21–23 Desember 2025 pukul 00.00 hingga 02.00 WIB.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Ia meminta warga untuk mengamankan barang berharga, peralatan kerja, serta hasil produksi tambak yang berada di area rawan genangan.
“Kami mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di wilayah pesisir, terutama pada malam hari saat puncak pasang. Waspadai potensi genangan air laut dan segera lakukan langkah antisipasi,” tegas Kapolres Natuna.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa dampak banjir rob berpotensi mengganggu berbagai sektor, mulai dari aktivitas pelabuhan, permukiman pesisir, tambak garam, hingga operasional perikanan darat. Gangguan bongkar muat, risiko kerusakan produksi, serta hambatan aktivitas ekonomi menjadi hal yang perlu diantisipasi bersama.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Polres Natuna telah menginstruksikan jajaran untuk melakukan pemantauan di wilayah rawan serta siap memberikan bantuan apabila dibutuhkan masyarakat. Warga juga diminta segera melapor apabila terjadi keadaan darurat melalui Call Center Polri 110.
Kapolres Natuna berharap sinergi antara masyarakat dan aparat dapat meminimalisir dampak banjir rob, sehingga keamanan dan keselamatan warga Natuna tetap terjaga.(Kalit)









