ASAHAN, Potretnusantara.id – Di sela sela kesibukan sebagai Kepala Desa Manis Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Supian memiliki usaha sampingan susu kambIing perah keturunan Etawa.
Populasi kambing etawa dan kambing domba seta jenis kambing lainnya milik Supian sendiri ada lebih kurang 60 ekor, tetapi 30 ekor diantaranya adalah kambing etawa yang dimilikinya sejak dua tahun lalu. Hanya yang produktif bisa diambil susunya dari kambing etawa sebanyak 11 ekor. Perharinya bisa menghasilkan 9 liter susu murni atau menjadi 45 botol kemasan botol plastik yang isinya rata-rata 200 ml.
“Harga perbotol Rp 10.000, untuk perbulan bisa meraih hasil mencapai Rp 12 juta, potong upah pekerja dan biaya pakan berkisar Rp.3,5 juta. Sisanya itulah yang jatuh ke tangan istri, kalau hanya mengandalkan gaji kepala desa untuk kebutuhan rumah tangga jelas tidaklah cukup,” ucap Supian kepada wartawan, Senin (30/7/23).
Menurut Supian, manfaat susu kambing etawa juga cukup baik untuk kesehatan, karena di dalam susu kambing etawa terdapat berbagai kandungan nutrisi yang sangat tinggi seperti fosfor, kalsium, sodium dan flourin. Bahkan, susu ini disebut-sebut memiliki nutrisi yang hampir setara dengan ASI.
“Kambing perah Etawa, air susunya bisa dikonsumsi manusia sebagai bahan obat-obatan herbal. Untuk ukuran badanya bisa mencapai dua kali lipat kambing jawa biasa dan untuk harga peranakan yang masih usia empat bulan bisa mencapai tiga jutaan,” ujarnya.
Selain itu, kata Supian, kambing etawa ini makannya tidak rumput biasa tetapi rumput yang mengandung protein tinggi seperti rumput pakchong dicampur dengan makanan yang bergizi untuk memperlancar air susu yang juga dapat mengurangi bau prengus pada susu kambing,” jelas Supian..
“Saya berharap masyarakat khususnya kepada warga saya bisa meniru apa yang saya lakukan agar bisa menambah penghasilan dibandingkan dengan beternak kambing biasa lebih menjanjikan ternak kambing etawa”. pungkasnya. (Paimin).
Editor : Din










