Aceh Singkil, Potretnusantara.id – Banjir besar yang melanda kawasan Desa Pea Bumbung, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil telah menyebabkan putusnya jalan penghubung utama antara Kecamatan Singkil dan Gunung Meriah.
Kerusakan parah terjadi pada jalan yang juga menjadi jalur evakuasi tsunami, dengan lubang menganga selebar dua meter dan kedalaman lebih dari 2,5 meter, sehingga memutus akses transportasi, terutama bagi kendaraan roda empat.
Namun, di tengah situasi sulit ini, semangat gotong royong warga kembali bersinar. Bersama Babinsa Koramil-02 Singkil, masyarakat Desa Pemukiman Pemuka bahu-membahu membangun jembatan darurat dari kayu untuk memulihkan akses sementara. Jum’at (29/11/24).
Berkat inisiatif ini, kendaraan roda dua kini dapat kembali melintas, meskipun dengan keterbatasan.
Dedi, salah seorang pengguna jalan mengungkapkan rasa syukurnya atas upaya yang dilakykan oleh warga dan Babunsa Koramil-02 tersebut.
“Dua hari lalu jalan ini masih bisa dilewati, meskipun berlubang. Namun sekarang, kondisinya semakin parah hingga benar-benar terputus. Kami sangat berterima kasih kepada warga yang telah membuat jembatan darurat ini. Meski begitu, kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini,” ujarnya.
Masih kata Dedi, Jalan Singkil-Sebatang memiliki peran vital sebagai jalur alternatif yang mempersingkat waktu perjalanan warga. Bagi banyak pengendara, keberadaan jalan ini sangat membantu aktivitas sehari-hari.
“Oleh karena itu, kondisi jalan yang terputus hampir sepanjang dua meter ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Masyarakat kini menantikan langkah cepat dari pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut secara permanen,” ungkap Dedi.
Ia juga menyebut, perbaikan infrastruktur ini tidak hanya penting untuk memulihkan akses transportasi, tetapi juga sebagai langkah mitigasi bencana di masa depan, mengingat jalan ini merupakan jalur evakuasi penting saat terjadi tsunami. Semangat kebersamaan warga Desa Pemukiman Pemuka menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama dapat mengatasi tantangan sementara.
“Namun, kebutuhan akan solusi jangka panjang dari pemerintah tetap menjadi prioritas agar kegiatan masyarakat kembali normal dan risiko saat bencana bisa diminimalisir. Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan ini”. harap Dedi. (Mardin).
Editor : Din










