ASAHAN, Potretnusantara.id- Jalan kabupaten di Dusun VI Desa Perkebunan Aek Tarum, Kecamatan Bandar Pulau yang menghubungkan Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan lonsor diduga akibat pergeseran tanah yang dipicu curah hujan tinggi, sehingga memutus total akses jalan utama antar kedua kecamatan tersebut.
Jalan lonsor sepanjang lebih kurang 20 meter dan kedalaman 15 meter yang terjadi pada malam Rabu, 8 Januari 2025 itu mengakibatkan kenderaan tidak bisa melintas, sedangkan jalan tersebut merupakan jalan utama warga untuk mencari nafkah.
Humas/HRD PT. Bridgestone Perk. Aek Tarum, Rudi yang dikonfirmasi wartawan media ini Sabtu (11/1/2025) mengatakan, longsor ini merupakan kali kedua, pertama telah dilakukan perawatan oleh pihak Bridgestone dengan membentengi tumpukan tanah dalam goni, tetapi akibat curah hujan cukup tinggi dan tidak adanya drainase penampung air aliran ke tempat lain longsor semangkin melebar.
“Ini terjadi karena curah hujan cukup tinggi penahan tanah tidak sanggup menerima terjangan air kiriman yang datang terutama dari dua arah yakni Hutarao dan Hamboko yang tertumpu ke badan jalan yang tidak memiliki drainase itu, sehingga menyebabkan jalan jebol dan longsor semangkin parah memutus badan jalan. Pihak Bridgestone hanya sebatas melakukan penimbulan jalan yang longsor, karena jalan tersebut sudah merupakan jalan kabupaten,” ucap Rudi.
Rudi kemudian menjelaskan bahwa jalan kabupaten yang belum mendapat pengaspalan ini bukan saja hanya dilintasi truk pengangkut hasil karet PT. Bridgestune, tetapi semua armada yang mengangkut sawit milik taoke-tauke sawit serta dari perusahaan-perusahaan besar seperti PT. Warisan dan PT. Payapinang dengan angkutan melebihi kafasitas.
“Karena mereka beranggapan jalan tersebut merupakan jalan kabupaten, tapi tidak menyadari yang mengerjakan perawatan jalan selama ini hanya pihak PT. Bridgestone. Perawatan rutin kami kerjakan melakukan penyekrapan agar jalan rata, hanya apa bila datang curah hujan penyekrapan tidak dilakukan karena jalan menjadi licin, kasihan anak sekolah yang lewat sulit dilewati kederaan terutama sepeda motor. Seharusnya tidak semata memikirkan produksi tapi anak yang melintas ke sekolah dan masyarakat yang mencarinafkah juga perlu dipikirkan,” ungkap Rudi.
Masih kata Rudi, karena jalan ini merupakan jalan Kabupaten seharusnya pemerintah daerah membangun drainase, tujuannya agar curah hujan yang datang tumpuannya tidak ke badan jalan saja tetapi bisa mengalir melalui parit pembuangan yang efektif.
“Drainase harus dibangun untuk menjaga jalan tidak rusak tergenang air apalagi jalan Kabupaten ini merupakan jalan utama, dalam catatan kami dari Pos Security hampir setiap harinya lebih kurang seratus armada pengangkut kelapa sawit melintasi jalan ini dengan muatan over kafasitas”, imbuhnya.
Rudi juga menuturkan untuk penangan jalan yang longsor ini sesuai rencana akan dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan TNI/Polri Kecamatan Bandar Pulau dan Pemerintahan setempat serta pihak perusahaan diantaranya PT. Warisan, PT. Payang Pinang karena armada angkutan sawitnya melintasi jalan Kabupaten ini.
“Sesuai rencana PT. Warisan dan PT. Payang Pinang juga dari PT. RGM akan membatu alat berat, sedangkan PT. Bridgestone membatu material dan tenaga, karena alat berat kami sedang dalam keadaan rusak”. tandas Rudi. (Paimin).
Editor : Din










