KARIMUN, Potretnusantara.id-Masyarakat meminta semua pihak terkait tidak menutup mata terkai persoalan yang ada di Karimun, saat ini cukup banyak persoalan yang berdampak langsung kepada mesyarakat namun pihak pihak terkait seolah tidak mempedulikannya.
Selai sampah saat ini, ada beberapa ruas jalan yang terdampak banjir jika hujan turun hal ini sangat berdampak buruk bagi para pengendara yang ingin melintas di jalan tersebut.
Salah satunya adalah jalan Harjosari yang dinilai masyarakat cukup berbahaya mengingat genagan air yang cukup tinggi, padahal jalan tersebut merupakan salah satu akses utama yang setiap harinya digunakan masyarakat.
“Tidak mungkin sebenarnya para pemangku kebijakan di Bumi Reazam ini tidak tahu, namun inilah faktanya,”kata Feni saat melintas dijalan tersebut. Minggu (13/10) pagi.
Dia menjelaskan, saat ini ada memang pembangunan perataan tanah didaerah tersebut, namun sayangnya tidak ada jalur pembuangan air yang disediakan.
“Kita tidak menolak perkembangan pembangunan, namun ya cobalah ada inisiatif untuk membuat jalur pengairan,”sarannya.
Diapun merasa heran dengan Pemerintahan Kabupaten Karimun yang tidak melakukan pengawasan terhadap pengembangan atau pengerukan tanah uruk seperti ini.
“Padahal ini jalur jalan yang digunakan para pejabat di ngerei ini, masak sih ngak tahu,”katanya heran.
Kondisi ini jika dibiarkan maka akan membahayakan para pengguna jalan, sehingga perlu dilakukan pengawasan sebelum mnenelan korban jiwa.
“Atau harus ada korban dulu ya baru pada sibuk semua, inilah kelemahan pengawasan kita harus ada tumbal dulu baru ada aksi,”sesalnya.
Pantauan dilapangan, kondisi banjir ini sangat terlihat mengganggu para pengguna jalan. Terlihat para pengendara harus mengantri dulu atau membiarkan kendaraan dari arah berlawan lewat terlebih dahulu baru kemudian dari jalur lainnya melakukan penyebrangan.
ery










