Karimun, Potretnusantara.id – H-3 menjelang Hari Kemerdekaan ke- 79 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024 mendatang, sejumlah pedagang bendera di Karimun mengeluhkan sepi pembeli. Bahkan, omset pedagang menurun drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Keluhan ini disampaikan Agus Salim (37) asal Batam, seorang penjual bendera musiman di Jalan A Yani, Kolong, Tanjung Balai Karimun.
“Khusus Tanjung Balai Karimun tahun ini penjualan bendera menurun sekitar 70 persen,” ungkap Agus kepada media potretnusantara.id. Rabu, (14/08/2024).
Dijelaskan Agus, biasanya mulai dari tanggal 25 Juli sampai 15 Agustus permintaan bendera untuk keperluan perayaan HUT Kemerdekaan RI di Karimun sangat tinggi.
“Tahun ini saya bawa 6 karung, sekarang masih sisa 4 karung lebih. Sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya, diwaktu yang sama saya sampai kehabisan stok,” bebernya.
Agus menilai penurunan penjualan bendera disebabkan anggaran dimasing-masing instansi berkurang. Selain itu, informasi yang didapatkan dari pembeli TPP ASN juga belum cair.
“Saya dengar-dengar dari pembeli anggaran dari pemerintah untuk kantor dan sekolah tidak ada, pegawai pun hanya mengharapkan dari gaji sedangkan tambahan penghasilan tidak cair,” katanya.
Hal senada dikeluhkan Riski (25) penjual bendera lainnya yang berlokasi di Jalan Raja Oesman. Ia mengungkapkan bahwa penjualan bendera pada tahun ini sangat berbeda jauh dari penjualan sebelumnya.
Riski menduga turunnya omset penjualan yang didapat karena banyak yang memasarkan bendera lewat online dengan harga yang lebih murah.
“Sekarang sepi bang, karena kan banyak yang sudah jualan online, lebih murah lagi harganya. Jadi yang jualan di jalan seperti saya ini jadi sepi,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan awak media ini dilapangan, harga bendera dan umbul-umbul yang dijual berkisar mulai dari 25 ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung dari jenis dan ukuran.
Meski ditengah-tengah tantangan penjualan yang sepi, tidak menyurutkan semangat para pedagang. (Ery).
Editor : Din










