LINGGA, Potretnuaantara.id – Hingga pertengahan tahun 2022 ini, aktifitas pertambangan pasir di Kabupaten Lingga sudah sumbangkan Rp2.565.674.044,00 dari setoran pendapatan yang di setor langsung ke rekening kas daerah dari setoran pendapatan asli daerah, yang bersumber dari pertambangan mineral bukan logam 2022.
Pelaksana tugas Kepala Bapenda Kabupaten Lingga Sumiarsih mengungkapkan, untuk saat ini dan selama pandemi COVID-19 PAD dari sektor pertambangan pasir bukan mineral menjadi salah satu pemasukan PAD terbesar di Kabupaten Lingga, selain sektor lainnya seperti pertanian, perkebunan dan perikanan.
“Sumbangan tersebut berasal dari tiga perusahaan pertambangan yang beroperasi di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Singkep pesisir dan Kecamatan Singkep barat,” ujarnya.
Sebelumnya pada tahun 2021 PAD dari pertambangan pasir mineral bukan logam menyumbang Rp19.554.325.063,5 lebih yang mendongkrak PAD di Kabupaten Lingga.
“Pertambangan pasir bukan satu-satunya sumber PAD yang ada di Kabupaten Lingga, ada beberapa sektor lainnya yang menjadi andalan, selain pajak ada juga sektor pertanian, perikanan dan perkebunan,” ujarnya.
Sebelumnya Bupati Lingga Muhammad Nizar diawal tahun 2021 menyebutkan bahwa PAD Kabupaten Lingga melonjak melebihi target awal, naik menjadi 117 persen dengan jumlah Rp 62,9 miliar lebih pada tahun 2021.
Dari total 62,9 milyar tersebut, pemasukan dari sektor pertambangan mineral bukan logam merupakan yang tertinggi pada tahun 2021 yang lalu.
Dan diyakini sumber PAD dari sektor pertambangan pasir ini akan lebih meningkat lagi pada tahun 2022 ini, seiring dengan beberapa perizinan yang sudah diterbitkan oleh kementerian ESDM untuk pertambangan pasir silika di Kabupaten Lingga.
“Alhamdulillah tim work yang ada di Bapenda Lingga ini terus konsisten dan itu justru memacu semangat. Sehingga bisa menambah Rp10 miliar dari target yang ditetapkan,” ujar Nizar beberapa waktu yang lalu.(Resky/tbn)
Dikirim dari telepon pintar vivo










