BINTAN, Potretnusantara.id-Anggota DPD RI/MPR RI dapil Provinsi Kepulauan Riau, Haripinto Tanuwidjaja gelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI dalam merajut persatuan dan kesatuan pasca Pilkada yang digelar beberapa bulan yang lalu.
Haripinto menemukan bahwa tidak dapat dipungkiri kontestasi Pilkada serentak yang baru saja berlalu menimbulkan persoalan terhadap persatuan dan kesatuan ditengah masyarakat.
Haripinto mengalamatkan naiknya ancaman terhadap persatuan dan kesatuan tersebut dikarenakan substansi dan model berkampanye oleh peserta pilkada yang justru mengait-ngaitkan substansi yang bertentangan dengan nilai-nilai persatuan dan kesatuan itu sendiri .
“Hali ini terjadi, Karena kondisi situasi politik pada Pilkada justru menguatnya eksploitasi politik berbasis identitas sebagai propaganda politik, atau politisasi sara,”kata Haripinto dihadapan Vihara Dharma Santi Tanjung Uban Selatan, Tanjung Uban, Bintan Utara, Kabupaten Bintan. Minggu (7/2) di Vihara Dharma Santi Tanjung Uban Selatan Tanjung Uban Bintan Utara Kabupaten Bintan.
Dikatakan, perilaku berkampanye yang serba sarat sara tersebut, pada akhirnya justru dapat meningkatnya ujaran kebencian hate speech yang memenuhi ruang publik. Dilain sisi tambahnya, sikap para elit politik yang tidak memberi contoh yang baik, sikap yang anti demokrasi hanya siap menang tidak siap kalah.
“Bahkan ada ancaman yang hanya didasarai proses kekecewaan terhadap pemilu,”paparnya.
Pada kesempatan sosialiasasi tersebut Haripinto Tanuwidjaja menyatakan bahwa gangguan terhadap Kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam bentuk persatuan dan kesatuan tersebut merupakan dampak dan efek samping yang tidak bisa dihindarkan hingga Pilkada tahun 2020.
Dijelaskan, untuk menghadapi ancaman tersebut, seluruh lapisan masyrakat terutama yang berkontetasi sebagai peserta Pilkada harus mampu menahan diri. Pada sisi lain harus mampu mendorong rekonsiliasi dan silaturahmi secara meluas tanpa memandang sekat sekat Suku, Agama dan golongan atau kubu-kubu masing masing paslon.
“Hal ini untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa itu sendiri,”ujar Salah satu tokoh masyarakat Tionghoa di Kepulauan Riau ini.
Dalam kesempatan ini, seluruh perta berkomitmen menjadi perwakilan negara untuk mensosialisasikan petingnya nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan yang terkandung di dalam Empat Pilar kebangsaan MPR RI.
“Kita siap menjadi pelopor kesatuan dan kesatuan bangsa di tengah-tengah masyarakat,”kata salah satu peserta.
Pantauan dilapangan, sosialisasi tersebut selain ikut serta dari pengurus dan anggota Vihara Dharma Santi, terlihat juga dihadiri dari Unsur Pejabat Kecamatan, Desa,DPRD Kabuoaten Bintan dan Tokoh masyarakat Lintas golongan.
nando










