BATAM, Potretnusantara.id – Haripinto Tanuwidjaja, Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Kepulauan Riau (Kepri) kembali menggelar kegiatan 4 Pilar Kebangsaan dalam memelihara, membangun pluralisme dalam lingkungan di Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia (GSPDI) Filadelfia, Jalan Kavling Kabil Indah Blok A6 Nomor 211, Batam, bersama Wanita Hebat Berdampak se Kepri, Sabtu (29/6).
Dalam kesempatan ini, Haripinto Tanuwidjaja dalam penjelasannya memaparkan dimana 4 pilar kebangsaan yang telah menjadi landasan pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus dijaga dan tetap dipertahankan. Empat pilar kebangsaan itu adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang menjadi kekuatan negara Indonesia.



Endang, salah satu peserta mempertanyakan bagaimana pemahaman masyarakat tentang Pancasila saat ini yang seolah-olah mudah terpegaruh dalam perpecahan, dia mencontohkan tentang keberagaman beragama yang saat ini selalu muncul persoalan.
Haripinto menjelaskan, bahwa disinilah pentingnya ada pemahaman tentang bernegara tersebut. Sebuah negara tentu memiliki banyak suku, ras maupun agama.
“Kita ini, bangsa Indonesia yang pluralisme (keberagaman beragama). Tentu ini akan terjaga bila kita saling menghargai satu sama yang lainnya, dan ini adalah tanggung jawab kita bersama yang perlu kita bangun melalui lingkungan, keluarga dan pribadi kita masing-masing,”kata Haripinto Tanuwidjaja.
Kemudian Mida perwakilan dari GSPDI wilayah tembesi meminta penjelasan tentang apa pentingnya pemahaman 4 Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari
Haripinto Tanuwidjaja, Anggota MPR RI kembali menjelaskan bahwa 4 pilar tersebut sangat penting sehingga disebut landasan negara.
“Sangat penting, dimana 4 pilar inilah yang mampu mempersatukan kita. Pemhaman 4 pilar ini guna meningkatkan kesadaran kita tentang kehidupan berbangsa dan bernegara bersama masyarakat,”paparnya.


Tak kalah menarik, M br Tumorang mempertanyakan sikap apa yang perlu dilakukan masyarakat sehingga tercipta kerukunan dan keselarasan dalam kehidupan berbangsa di tengah perbedaan.
Ini yang menarik sambut Haripinto, dikatakan untuk terciptanya kerukunan, keselarasan dan kedamaian dibutuhkan sikap saling menghargai. Kerukunan merupakan sikap yang harus dijaga untuk tidak saling bermusuhan, saling menjaga satu sama lain, tolong menolong, dan toleransi antarsesama.
“Kita harus mampu membagun toleransi atau menerima keragaman suku bangsa dan budaya yang beragam sebagai kekayaan bangsa. Tentu tidak terlepas dari landasan tadi yaitu 4 Pilar Kebangsaan, mari kita lestarikan dan kita bangun sejak dini melalui lingkungan keluarga kita, karena peran keluarga terutama kaum ibu sangat berperan terhadap masalah ini,”ajaknya.
Pantauan dilapangan, acara yang dihadiri peserta se Kepri dan dari Jakarta sekitar 150 peserta ini berjalan dengan, para peserta antusiah mengikuti jalannya acara dan juga dalam keaktifan dalam memberikan pertanyaan.
RD










