Aceh Singkil, Potretnusantara.id – Disaat harga Tandan Buah Segar (TBS) mengalami kenaikan, Kelapa Sawit di Kabupaten Aceh Singkil saat ini justru memasuki musim trek. Dengan adanya kenaikan harga TBS, namun tidak berdampak menggembirakan para petani sawit.
“Musim trek ini adalah siklus yang pasti dialami tanaman kelapa sawit setiap tahun. Saat trek, produksi buah jauh berkurang, akibatnya pendapatan petani juga berkurang. Kalau sudah musim trek ini tidak ada solusi penanganan dan setiap tahun pasti terjadi,” ungkap Sabrul seorang petani Sawit, Minggu (20/10/2024) kepada Media ini.
Menurut Sabrul, kebetulan memiliki kebun sawit sekitar 1 hektar, biasa bukan musim trek 1 hektar bisa menghasilkan TBS 1 ton namun setelah memasuki musim trek penghasilan menurun drastis hanya sekitar 400 kg. Meski pun harga TBS sawit saat ini mengalami kenaikan dari harga Rp 2.050 per kg naik menjadi Rp 2.250 per kg.
“Kalau tidak musim trek kami bisa panen satu ton, tapi kalau musim trek hanya sedikit tapi kami tetap semangat dan bersukur,” kata Sabrul.
Disisi lain menurut salah satu Pengepul Sawit, Dedi mengatakan bahwa saat ini tanaman atau kebun kelapa sawit memasuki siklus musim trek sehingga sangat berdampak pada produksi buah sawit berkurang.
“Pada musim trek ini sangat mempengaruhi pendapatan para petani. Biasanya setelah melalui musim trek kurang lebih tiga bulan, produksi buah sawit akan kembali normal. Sebab secara keseluruhan perkebunan sawit di Kabupaten Aceh Singkil memasuki musim trek sehingga berdampak produksi buah sawit mengalami penurunan kurang lebih 35 persen”. tutupnya. (Mardin).
Editor : Din










