Karimun, Potretnusantara.id – Relawan SAYANG (Sahabat Ansar Nyanyang) melalui Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kabupaten Karimun Usmantono sangat menyayangkan statement dari tim relawan PRODI (Pro Rudi) Kepulauan Riau (Kepri) yang menyatakan bahwa kampanye yang dilakukan Ansar Ahmad sebagai calon Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersifat tendensius.
Pernyataan tendensius yang dimaksud tersebut yakni berkampanye dengan cara menjatuhkan pasangan calon (Paslon) lain.
Dalam pernyataan sebelumnya, Sekretaris Relawan PRODI (Pro Rudi) Kepri) Wisnu Hidayatullah menyatakan bahwa sambutan Ansar Ahmad saat kampanye merupakan hal yang memalukan, karena membahas tentang APBD Kota Batam yang angkanya lebih besar dari APBD Provinsi.
Menurutnya, Ansar Ahmad sebagai Kepala Daerah yang sedang cuti harus memberikan tanggapan yang positif dan mengapresiasi karena pembangunan Batam yang signifikan tentu berimbas dengan bagusnya indeks penilaian pembangunan dan perkembangan Kepri di mata pusat dan internasional.
Dengan adanya statement tersebut, Relawan SAYANG melalui Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya Kabupaten Karimun, Usmantono sangat menyayangkan statement yang bisa membuat Provinsi Kepri tidak kondusif.
“Katanya mau berpolitik dengan damai, tapi mencari-cari kesalahan pasangan lain, menyindir dan menyudutkan bahwa pasangan yang kami dukung berorasi dengan memalukan, apanya yang memalukan,” ujar Usmantono pada Selasa (15/10/24).
Usmantono menyebutkan bahwa apa yang disampaikan Calon Gubernurnya tentang APBD Kepri dan Batam itu memang benar adanya.
“Kan memang nyata bahwa APBD Kota Batam itu lebih besar dari pada APBD Provinsi Kepri, salahnya di mana? Kalau APBD Kepri yang nilainya 3,7 triliun itu memang diperuntukkan untuk mendukung pembangunan di tujuh Kabupaten Kota, dibandingkan dengan Batam yang nilainya sebanyak 6,2 triliun yang bebas diolah sendiri, sehingga Batam bisa lebih cepat berkembang,” katanya.
Usmantono juga menerangkan, Ansar Ahmad tidak pernah menyatakan bahwa tidak mengapresiasi dengan kemajuan dari Kota Batam, Ansar Ahmad hanya memberi pengertian kepada masyarakat agar tidak iri dengan Kota Batam yang memang dibentuk sebagai Kota investasi. Belum lagi jumlah penduduk Batam merupakan jumlah tertinggi di Kepri.
“Tiba-tiba disudutkan, tiba-tiba dipermasalahakan, coba introspeksi dulu, sewaktu Calon Gubernur Muhammad Rudi merendahkan Ibukota Provinsi Kepri yang katanya tidak sebagus Kota Batam, kami tak ada pula bising, tak ada pula ribut, karna mana bisa disamakan dengan Kota Batam, dari APBD saja sudah dapat dibayangkan Batam yang tertinggi, dibandingkan dengan Kepri saja Kepri sudah kalah nilainya, apalagi dibandingkan dengan Kota Tanjungpinang,” bebernya.
Dengan nilai APBD yang hanya 3,7 triliun yang diperuntukkan untuk 7 Kabupaten Kota, Usmantono mengapresiasi atas kinerja dari Ansar Ahmad yang hanya menjabat dalam waktu singkat namun bisa memberikan berbagai perubahan dan manfaat untuk Provinsi Kepulauan Riau.
“Kami sangat bangga dengan Pak Ansar, yang normalnya menjabat 5 tahun, tapi dengan hanya 3 tahun 8 bulan, sudah sangat banyak program yang telah dibuat, bahkan Balai Latihan Kerja (BLK) saja tidak dibangun di Bintan, tapi di Karimun agar anak Karimun tak ada yang menganggur, berbagai Menteri telah diajak ke Kepri, padahal menghadirkan Menteri itu sangat sulit, tapi Pak Ansar luar biasa,” ungkapnya.
Dengan adanya sikap yang berupaya menyudutkan itu, ia mengajak para pendukung baik dari pasang calon Bupati dan Wakil Bupati hingga Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau untuk sama-sama berpolitik cerdas dan berpolitik santun.
“Sudahlah, ini Kampanye cuma sebentar, gunakan lah waktu kampanye yang tersisa dengan cara yang baik, sopan, tidak menjelekkan paslon lawan dengan cara bilang memalukan, bilang tak mendidik, sia sia nanti itu semua. Carilah cara yang lebih baik dan lebih dewasa untuk memenangkan pasangan sendiri, berpolitik damai dan santun itu lebih sangat baik”. pungkasnya. (Ery)
Editor : Din









