ASAHAN, Potretnusantara.id – Ahmad Al Hafiz (20) warga Dusun III Desa Rahuning II, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, Minggu (10/04/22) sekira pukul 22.30 WIB dianiaya dua OTK (orang tak dikenal).
Menurut penuturan Hafiz malam itu ia pulang dari mengantar pacarnya di Desa Padang Mahondang, tiba-tiba dibuntuti oleh dua OTK (orang tak kenal) berboncengan sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam.
Setibanya diperbatasan jalan antara Desa Ofa Padang Mahondang dengan Desa Tunggul 45 sepeda motor korban dipepet oleh OTK dan menunjang sepeda motor korban hingga terjatuh. Kemudian tanpa basa basi korban dikeroyok oleh kedua OTK itu hingga nyaris pingsan. Akibat pukulan bertubi-tubi melayang di wajahnya, kepala dan dada korban nyaris pingsan. Untunglah dalam waktu bersamaan datang dua pemuda berboncengan sepeda motor melintasi jalan itu, lalu melakukan peleraian dan meminta korban pergi, tapi pelaku masih mengancam akan mencegatnya di perjalanan pulang. Takut dicegat di jalan kebun korban sembunyi di masjid AFD IV Kebun Pulu Raja. Selanjutnya, korban meminta pertolongan dengan menghubungi teman-teman saya melalui handphone.
” Teman-teman saya datang berombongan menjemput saya dan mengawal saya pulang tanpa ada halangan,” imbuhnya.
Keesokan harinya, Senin (11/4/22) korban didampingi keluarganya pergi ke rumah sakit bagian spesialis dalam, karena akibat pengeroyokan yang dilakukan dua pemuda itu wajah bengkak, kepala pusing dan dada sesak.
Belakangan Hafis mendapat informasi bahwa salah seorang pelaku penganiaya terhadap dirinya itu diduga adalah Alek (17) dan Baik (22) warga Desa Bangun yang diduga salah seorang diantaranya bekas pacar pacarnya yang diantarkannya pulang itu.
Diduga akibat terbakar api cemburu mantan pacarnya itu bersama PIL (pria idaman lain) pelaku membuat melakukan penganiayaan terhadap korban. Namun sejauh ini korban belum melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.
” Nantilah pak, kalau bisa damai keluarga dulu, kalau tidak bisa baru lapor ke polisi,” ujar pria lajang yang tinggal bersama adiknya, karena ibunya sudah meninggal dunia dan ayahnya dalam penjara.
Paimin










