PADANGSIDEMPUAN, Potretnusantara.id-
Puluhan orang yang tergabung dalam Barisan Independen Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan ( BIMA ) menggelar demo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ). Kamis (24 /6).
Rombongan mahasiswa yang membawa spanduk yang bertuliskan “Pak Siwan Siswanto mundur sajalah jika tak mampu”. Ada juga spanduk yang bertuliskan “Kantor DPRD di segel mahasiswa”.
Irfan Arya, Ketua BIMA Tabagsel membacakan tuntutan mereka dalam pernyataan sikap. Ada enam isi tuntutan yang mereka sampaikan diantaranya,
- Kami meminta kepada badan kehormatan DPRD dan Ketua DPRD Kota Padang Sidimpuan untuk menjelaskan kepada masyarakat Kota Padang Sidimpuan supaya memparipurnakan hak angket untuk menurunkan Walikota dan Ketua DPRD Kota Padang Sidimpuan.
- Kami meminta kepada Kapolres Kota Padang Sidimpuan AKBP Juliani Prihartini untuk mengusut dugaan tersebut. jika Kapolres tidak sanggup, kami anggap Kapolres tidak mampu mengemban tugasnya sebagai Kapolres Kota Padang Sidimpuan dan hanya menikmati gaji buta yang tidak memikirkan prekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Padang Sidimpuan.
“Ada enam poin yang kita sampaikan,”kata Irfan Arya, Ketua BIMA Tabagsel.
Senada juga disampaikan Mahmul Saleh Harahap, Sekretaris BIMA Tabagsel yang didampingi para rombongannya terus meneriaki bahwa Siwan Siswanto tindakannya sudah meresahkan masyarakat Kota Padang Sidimpuan.
“Tindakan seperti ini harus diselesaikan, ini sangat memalukan,”kata Mahmul Saleh Harahap, Sekretaris BIMA Tabagsel.
Ditambahkan Irfan bahwa hanya pada masa Ketua DPRD Siwan Siswanto dan Wali Kota di periode saat ini terjadi ada dugaan kasus ketok palu di tubuh DPRD.
“Baru ini terjadi ada dugaan kasus ketok palu,”teriaknya dan disambut oleh para pendemo lainnya.
Hingga berita ini di muat belum ada satu pun dari perwakilan DPRD yang memberikan tanggapan terkait aksi Bima Tabagsel tersebut.
H. regar










