NATUNA, Potretnusantara.id-Ladang Gas Natuna Timur merupakan ladang gas alam besar yang berlokasi di Laut China Selatan dan Utara Kabupaten Natuna, Indonesia. Wilayah ini merupakan wilayah yang diperebutkan di Laut Tiongkok Selatan antara Tiongkok dan Indonesia.
Natuna sebagai daerah penghasil minyak dan gas terbesar juga memiliki kekayaan hasil laut yang sangat luar biasa. Akan hal ini, Natuna kini menjadi sorotan dunia internasional, seperti negara Vietnam,Thailand, Singapura, Malaysia bahkan negara Amerika Serikat dan Tiongkok bagian dari Negara Adi Kuasa ikut melirik Natuna.
Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni mengatakan saat ini Natuna menjadi incaran dunia internasional karena memiliki kekayaan alam yang sangat luar biasa.
“Natuna terkenal di dunia internasional karena kaya dengan Migas dan kekayaan alam lautnya,” Ucap Ngesti kepada Potretnusantara Id. Sabtu (27/3).
Berdasarkan data dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), setidaknya kini ada sembilan blok migas di perairan Natuna yang tengah dikembangkan.
“Dari sembilan blok migas tersebut, tiga blok masih dalam fase eksplorasi dan enam blok sudah tahap eksploitasi. Namun dari enam blok tahap eksploitasi, empat blok sudah berproduksi dan dua blok masih dalam tahap pengembangan,” terang Wabup Natuna.
Selain sembilan blok migas tersebut, ada satu blok yang memiliki potensi hidrokarbon sangat besar namun hingga saat ini belum juga bisa dieksplorasi dan dikembangkan lebih lanjut, yakni Blok East Natuna.
Blok East Natuna memiliki potensi hingga 222 triliun kaki kubik (TCF). Namun, karena besarnya kandungan karbon dioksida di blok ini, yakni mencapai 71%, membuat gas yang bisa dieksploitasi hanya sebesar 46 TCF. Meski turun drastis, namun potensi ini jauh lebih besar dibandingkan cadangan Blok Tangguh dan Blok Masela.
Kalit










