KARIMUN, Potretnusantara-id- Kegiatan audiensi terkait tewasnya Haji Permata di laksanakan di Kantor Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC), audensi ini dihadiri oleh puluhan anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang di pimpin langsung oleh Ketua KKSS Kota Batam, Masrur Amin, S.H., M.H.
Dalam kegiatan audiensi tersebut Masrur Amin Menegaskan 3 poin kepada Kakanwil DBJC Khusus Kepri, Agus Yulianto.
“Poin Pertama, copot jabatan Kakanwil DJBC khusus Kepri, kedua penjarakan siapa pelaku penembakan tersebut, dan yang ketiga penjarakan siapa penangung jawab dari penindakan tersebut, ” tegasnya Masrur Amin, Selasa, (19/1).
Selain itu Masrur Amin menegaskan bawasannya pihak KKSS meminta agar pelaku penembakan Haji Permata diserahkan kepada yang berwajib.
“Kami harap kepada pihak DJBC, harus menyerahkan pelaku pembunuh itu, kalau tidak kita akan berperang dengan pihak Bea dan Cukai, nyawa dibayar dengan nyawa darah di bayar dengan darah, kami orang Bugis Makasar tidak takut, kami tidak akan pualng sebelum berhasil”tegasnya.
Dalam hal ini Masrur Amin sangat menyayangkan terhadap tindakan yang dilakukan Bea dan Cukai atas insiden tersebut.
“Seharusnya bapak sebagai pimpinan, datang ke Batam, minta maaf kepada keluarga atas kejadian tersebut sebagai bela sungkawa bukan malah membuat statmen dengan menyebar rilis bohong yang menyebar di media sosial,”ungkapnya.
Dan ia mengatakan kepada kakanwil DJBC agar jangan ada lagi rilis di media sosial, jangan ada lagi press release dari Bea Cukai. Jangan ada yang salah ditutupi dengan hal-hal kebohongan.
Sementara itu, Kakanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto mengatakan siap untuk dicopot jabatannya jika dalam proses nantinya dinyatakan bersalah.
“Kami betul-betul ingin mengungkapkan jika ada kesalahan dalam penindakan, dan saya siap bertanggung jawab sebagai pimpinan kalau jabatan saya di copot,”katanya
putri










