Potretnusantara.id,Natuna – Hangatnya suasana Ramadan terasa begitu kuat di Hanggar Timur Pangkalan TNI AU Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna, saat prajurit TNI AU, masyarakat, tokoh daerah, dan insan pers duduk bersama dalam peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama, Senin (9/3/2026).
Tidak sekadar kegiatan seremonial, momen ini menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan keluarga besar Lanud RSA dengan masyarakat Natuna dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.
Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., hadir bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.I Ny. Marni Onesmus Pasaribu, serta seluruh keluarga besar Lanud RSA yang menyambut para tamu dengan suasana hangat dan bersahaja.
Turut hadir Ketua LAM Kabupaten Natuna H. Wan Suhardi, S.E., tokoh masyarakat H. Mursidi, tokoh adat H. Suhardi, PPAU Cabang 23 Ranai, warakawuri, pensiunan PNS, awak media, serta warga Lanud RSA yang bersama-sama merasakan indahnya kebersamaan di bulan suci.
Suasana haru terasa saat Danlanud RSA bersama Ketua PIA Ardhya Garini menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim. Senyum bahagia anak-anak yang menerima santunan menjadi pengingat bahwa Ramadan adalah tentang berbagi kasih dan kepedulian kepada sesama.
Dalam sambutannya, Danlanud RSA menyampaikan bahwa Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga mempererat hubungan kemanusiaan antara prajurit dan masyarakat.
“Ramadan mengajarkan kita untuk saling mendekatkan hati, memperkuat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian. Kebersamaan inilah yang ingin terus kita jaga antara Lanud RSA, masyarakat, dan rekan-rekan media,” ungkapnya.
Tausiyah yang disampaikan Ustaz Mustaqim, M.Pd., menambah kekhusyukan suasana, sebelum seluruh hadirin menutup rangkaian kegiatan dengan doa bersama dan buka puasa dalam nuansa sederhana namun penuh makna.
Melalui kegiatan ini, Lanud Raden Sadjad kembali menunjukkan bahwa kehadiran TNI AU di Natuna bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan, tetapi juga sebagai keluarga besar yang tumbuh dan hidup bersama masyarakat.
Di tengah Ramadan yang penuh berkah, hanggar yang biasanya menjadi ruang kesiapan pertahanan udara itu pun berubah menjadi ruang silaturahmi untuk tempat hati saling mendekat, persaudaraan menguat, dan kebersamaan terasa nyata.(Kalit)









