Potretnusantara.id, Natuna — Gerakan kepedulian sosial di Kabupaten Natuna kembali diperkuat melalui kolaborasi antara Komunitas Peduli Dhuafa Natuna (KPDN) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Natuna. Kedua lembaga ini resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah memperkuat penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah untuk kemaslahatan umat.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Ketua Umum KPDN Hairunnazar bersama Ketua Baznas Kabupaten Natuna Raja Marzuni, M.Pd,. Kerja sama ini juga berada di bawah arahan Ketua Dewan Pengarah KPDN, H. Raja Mustakim.
H. Raja Mustakim yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Kepulauan Riau menegaskan bahwa sinergi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan dana umat agar lebih terarah, transparan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah bukan hanya kewajiban ibadah semata, tetapi juga memiliki kekuatan besar dalam membangun solidaritas sosial serta memperkuat kepedulian antar sesama.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan gerakan kebaikan yang lebih luas. Semoga zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun kesejahteraan umat,” ujar Raja Mustakim.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara KPDN dan Baznas Natuna diharapkan dapat mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten Natuna, khususnya dalam bidang pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap persoalan yang muncul sebagai dampak dari pembangunan daerah.
“Sinergi ini juga menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung visi pembangunan daerah, yaitu Natuna Maju: Natuna Milik Bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Natuna Raja Marzuni, M.Pd menilai kerja sama tersebut lahir dari kesamaan visi antara Baznas dan KPDN dalam bidang sosial serta kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Ia menegaskan bahwa Baznas tidak melihat KPDN dari aktivitas permainan dominonya, meskipun domino saat ini telah diakui sebagai salah satu cabang olahraga resmi. Menurutnya, yang lebih penting adalah peran sosial yang dijalankan komunitas tersebut di tengah masyarakat.
“Bagi kami di Baznas Natuna, yang dilihat adalah semangat sosialnya. KPDN memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan itu sejalan dengan misi Baznas dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Raja Marzuni.(7/3)
Lebih lanjut, ia berharap KPDN dapat menjadi mitra strategis Baznas dalam memantau kondisi sosial di lapangan, terutama dalam mengidentifikasi masyarakat yang belum tersentuh bantuan.
Dengan adanya informasi dari jaringan KPDN di masyarakat, Baznas Natuna diharapkan dapat menyalurkan bantuan zakat, infak, dan sedekah secara lebih tepat sasaran.
“Melalui sinergi ini, kami berharap KPDN dapat membantu memantau masyarakat yang membutuhkan namun belum mendapatkan bantuan. Nantinya kita bisa berkolaborasi bersama Baznas untuk menyalurkan bantuan tersebut,” tambahnya.
Kerja sama ini diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat gerakan sosial keagamaan di Natuna sekaligus mendorong tumbuhnya semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial demi terwujudnya kemaslahatan umat.(Kalit)









