Potretnusantara.id, Natuna – Sore itu, gerimis tipis mulai turun di kawasan Pelabuhan Penagi. Aktivitas kedatangan Kapal Roro Sabuk Nusantara 01 dari Subi baru saja usai dipantau langsung oleh Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla. Tugas pengamanan berjalan lancar, namun sebuah pemandangan sederhana di persimpangan Penagi justru meninggalkan kesan mendalam.
Saat iringan mobil dinas Kapolres bersiap kembali, pandangan AKBP Novyan tertuju pada sosok seorang ibu separuh baya bersama seorang anak perempuan kecil.
Keduanya berdiri di pinggir jalan dengan tumpukan barang bawaan yang cukup banyak. Suasana kian sendu gerimis mulai menguat dan waktu Maghrib hampir tiba.
Rasa empati pun muncul. Kapolres langsung menginstruksikan pengawalan untuk berhenti.
Melalui koordinasi cepat, mobil Patwal Satuan Lalu Lintas Polres Natuna pun menepi. Tanpa ragu, Aipda Rudi, personel Polres Natuna, sigap membantu mengangkat barang-barang bawaan ibu tersebut ke dalam kabin mobil Patwal.
Di dalam kendaraan, Kasat Lantas Polres Natuna Iptu Erwan Toni menanyakan asal dan tujuan sang ibu. Ternyata, ia datang dari Kecamatan Serasan, tepatnya Desa Payak. Kedatangannya ke Ranai bukan tanpa alasan ia ingin menemui sang suami yang bekerja sebagai nelayan di Ranai, memanfaatkan momen libur sekolah agar anaknya bisa bertemu sang ayah.
Mendengar hal tersebut, mobil Patwal Lantas langsung mengantar ibu dan anak itu menuju rumah keluarga mereka di kawasan Pramuka. Perjalanan singkat itu terasa hangat, bukan sekadar tumpangan, melainkan wujud kepedulian nyata aparat kepolisian.
Setibanya di rumah, suasana haru pun tercipta. Sang suami menyambut dengan wajah riang. Kebahagiaan terpancar jelas ketika mereka mengetahui ibu dan anak tersebut diantar langsung oleh polisi hingga ke rumah dengan selamat.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie menyampaikan bahwa apa yang dilakukan jajarannya merupakan bagian dari nilai dasar Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum dan pengamanan, tetapi juga dalam sisi kemanusiaan. Melihat seorang ibu dan anak kecil di tengah hujan menjelang Maghrib, sudah menjadi kewajiban moral kami untuk membantu,” ujar Kapolres.
Ia menegaskan bahwa sikap empati dan kepedulian harus terus ditanamkan kepada seluruh personel Polres Natuna.
“Seragam yang kami kenakan adalah amanah. Ketika masyarakat membutuhkan, sekecil apa pun itu, Polri harus hadir dan memberi rasa aman,” tambahnya.
Kisah sederhana di sore hari itu menjadi bukti bahwa di balik tugas dan tanggung jawab besar, masih ada ruang luas bagi nilai-nilai kemanusiaan. Sebuah teladan dari Kapolres Natuna, bahwa melayani masyarakat tak selalu tentang hal besar, tetapi juga tentang kepekaan hati.









