Potretnusantara.id, Natuna – Harapan besar disampaikan masyarakat Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna, terkait keselamatan mereka saat beraktivitas di laut maupun di darat. Dalam kegiatan edukasi keselamatan yang digelar bersama Kejaksaan Negeri Natuna, Basarnas, BPJS, dan PLN di Desa Subi Besar, warga meminta agar pemerintah segera menambah unit pos Basarnas di wilayah mereka.
Julai, kepala Desa Subi Besar, menegaskan bahwa 80 persen masyarakat Subi menggantungkan hidup dari laut. Karena itu, kehadiran pos Basarnas dipandang sangat penting untuk memberikan rasa aman.
“Kami di Subi hidup 80 persen di laut. Kami sangat berharap adanya penambahan pos Basarnas di sini, karena keselamatan di laut adalah kebutuhan mendesak,” ujarnya.
Selain ancaman gelombang laut dan cuaca ekstrem, warga juga mencontohkan kasus darurat lain yang pernah terjadi, seperti adanya warga yang digigit buaya. Kondisi itu membuat masyarakat semakin menekankan pentingnya fasilitas SAR yang memadai dan dekat dengan mereka.
Dalam hal ini, Suhardi,Kadis DPMD Natuna yang hadir saat acara berlangsung meminta peran kecamatan Subi dan dan Kecamatan pulau panjang agar mengusulkan penambahan unit pos Basarnas di Subi kepada Pemerintah Daerah agar nanti diusulkan Bupati Natuna kepada Basarnas Natuna. Tentunya hal ini akan dikaji lebih detail oleh pihak Pemda Natuna dan Basarnas Natuna.
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Basarnas Natuna menyatakan bahwa saat ini unit pos resmi Basarnas sudah ada di Serasan. Namun, ke depan ada wacana penguatan pos di wilayah Pulau Tiga dan Subi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Natuna Abdul Rahman, S.E. melalui Rescuer Basarnas Natuna, M. Khamas Febri, menyampaikan bahwa jika suatu negara tidak memiliki Basarnas, maka wilayah tersebut dapat disebut sebagai black area atau zona hitam karena minimnya jaminan keselamatan masyarakat.
“Kehadiran Basarnas adalah wujud kehadiran negara. Kami ingin memastikan setiap masyarakat, khususnya nelayan di daerah perbatasan, merasa terlindungi dan memiliki akses cepat terhadap layanan SAR,” ujarnya.(28/8)
Saat ini, Basarnas Natuna telah memiliki kantor utama di Ranai, serta pos di Tarempa dengan unit pos di jemaja, pulau laut dan Serasan. Untuk Kecamatan Subi akan direncanakan usulan wacana dijadikan unit pos baru mengingat mayoritas masyarakatnya, termasuk di Pulau Panjang, berprofesi sebagai nelayan.
Selain itu, di perbatasan kerap terjadi nelayan Natuna masuk ke wilayah Malaysia. Basarnas berharap masyarakat aktif melapor agar penanganan lebih cepat.
Dalam kesempatan ini, Basarnas juga memberikan edukasi keselamatan bagi nelayan, antara lain pentingnya membawa alat keselamatan, ransum memadai, serta selalu siap siaga dalam melaut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi 115 jika terjadi keadaan darurat. Layanan ini gratis dan aktif 24 jam,” tegas Khamas.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga tengah melakukan kajian menyeluruh mengenai penempatan unit pos SAR tambahan.Di Serasan sudah ada PLBN (Pos Lintas Batas Negara) yang juga mendorong hadirnya peran strategis Basarnas di wilayah Natuna bagian selatan.










