Karimun, Potretnusantara.id – Staf Khusus Gubernur Kepri, Nurdin Basirun secara resmi membuka Festival Seni Budaya Islam Qasidah Kolaborasi Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2025 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karimun. Rabu (30/7/2025).
Pembukaan festival ditandai dengan prosesi pemukulan kompang oleh Staf Khusus Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, didampingi Bupati Karimun Iskandarsyah, Forkopimda, Kabid Bimbingan Masyarakat Islam Provinsi Kepri, Ahmad Husein, dan Ka. Kemenag kabupaten Karimun, Riadul Afkar.
Dalam sambutannya mewakili Gubernur, Staf Khusus Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan selain sebagai sarana dakwah dan syiar Islam, seni dan budaya Islam juga harus bisa dikembangkan untuk menjadikan prestasi yang membawa harum nama provinsi Kepri.
“Kami dari pemerintah provinsi Kepri akan sangat mendukung dalam pengembangan seni dan budaya Islam. Ini merupakan bagian dari potensi Kepri. Saya meyakini kabupaten Karimun mampu memberikan yang terbaik dan siap membawa nama baik provinsi Kepri di tingkat nasional,” ujar Nurdin.
Kabid Bimbingan Masyarakat Islam Provinsi Kepri, Ahmad Husein menjelaskan bahwa festival ini seyogyanya dilaksanakan di ibukota provinsi Kepri, namun karena diseluruh Kementerian adanya pemangkasan anggaran sehingga untuk mendatangkan peserta dari Kabupaten/kota lain tidak memungkinkan maka kegiatan ini difokuskan di Kabupaten Karimun.
“Aturan kita mengundang seluruh Kabupaten/kota dan kita buat di ibukota provinsi tapi karena terbatasnya anggaran atau adanya efisiensi dari pemerintah pusat makanya kita laksanakan di Karimun,” jelasnya.
“Selain itu, dari Kepala Kemenag maupun pak Bupati Karimun juga lebih siap maka kita pusatkan disini saja. Jadi, anggaran kegiatannya kita kolaborasikan dengan pemerintah daerah sehingga kegiatan ini tetap bisa dilaksanakan,” sambungnya.
Terpisah, Bupati Karimun, Iskandarsyah mengatakan menyambut baik kegiatan ini. Ia pun berharap para peserta mampu mengekspresikan dan menghadirkan makna yang mendalam pada setiap penampilan, sekaligus turut melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni tersebut.
“Salah satu tujuan kegiatan ini yakni kami ingin melestarikan dan memeriahkan salah satu seni budaya Islam yang ditampilkan dalam bentuk festival,” kata Iskandar.
Sementara itu, Ketua panitia pelaksana sekaligus selaku Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Karimun, Riadul Afkar mengatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun kembali cinta seni daerah yaitu melalui rebana serta untuk membangkitkan nuansa Islami.
“”Festival ini diikuti oleh sebanyak 15 grup qasidah dari berbagai Kecamatan yang ada di kabupaten Karimun. Pemenang pada festival ini akan mewakili Kanwil Kemenag Kepri ke tingkat nasional,” kata Riadul.
Lebih lanjut dikatakan, Festival ini merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Agama dalam memperkuat dakwah melalui pendekatan budaya dan kesenian. Menurutnya, seni qasidah dipandang sebagai media yang strategis dalam menyampaikan pesan keimanan, ketakwaan, toleransi, dan perdamaian kepada masyarakat luas.
“Mudah-mudahan acara seperti ini akan terus dapat ditingkatkan karena budaya seni melalui seni Qasidah kita bisa meningkatkan pendidikan keagamaan di bumi berazam,” harapnya.
Diketahui, Dewan juri festival terdiri dari Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun, Kemenag dan budayawan. Mereka dipercaya memberikan penilaian secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. (Ery)
Editor : Din









