Potretnusantara.id, Natuna – Komitmen Polri dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan kembali diperlihatkan melalui kehadiran Kapal Polisi KP Anggada‑7016 yang resmi sandar di Pelabuhan Subi, Kabupaten Natuna, Sabtu sore (27/7/2025), pukul 15.00 WIB.
Kehadiran kapal Kapal Polisi KP Anggada‑7016 yang dinakhodai Kompol Suwandi ini disambut langsung oleh jajaran Polisi Sub Sektor Subi yang berada di bawah koordinasi Polsek Serasan, bersama Aiptu Wiyono sebagai perwakilan Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla.
Kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi Program Prioritas Polri “Sambang Nusa”, sebuah inisiatif strategis Polri untuk memperkuat kehadiran negara di pulau-pulau terluar Indonesia.
Pulau Subi, yang secara administratif berada di bawah Kecamatan Subi, merupakan salah satu wilayah perbatasan aktif di Kabupaten Natuna yang berpenghuni sekitar 3.000 jiwa. Kecamatan ini terbagi atas dua pulau utama: Pulau Subi Besar dan Pulau Subi Kecil, dan saat ini dipimpin oleh seorang camat.
Sebagai daerah kepulauan yang berhadapan langsung dengan perairan internasional, Subi menjadi salah satu titik strategis dalam menjaga stabilitas nasional, baik dari sisi keamanan maritim, ekonomi perikanan, hingga keberadaan simbol-simbol negara seperti mata uang dan aparat penegak hukum.
Dalam rangkaian kegiatan Sambang Nusa, KP Anggada‑7016 tidak hanya berpatroli di wilayah laut perbatasan, tetapi juga akan menggelar sosialisasi kepada masyarakat pesisir, di antaranya:
Edukasi tentang keamanan maritim dan bahaya aktivitas ilegal seperti penyelundupan, IUU Fishing, dan pelanggaran perbatasan.
Dialog bersama nelayan dan tokoh masyarakat untuk mendengar langsung aspirasi dan keluhan masyarakat pesisir.
Penyuluhan hukum, pelayanan masyarakat, dan bantuan kemanusiaan untuk warga di pulau terluar.
“Kehadiran KP Anggada 7016 di Subi merupakan wujud nyata Polri Presisi—yang hadir, merespons, dan melindungi hingga ke batas terluar negeri,” ujar Iptu Wiyono dalam sambutannya.
Program Sambang Nusa di Natuna secara umum memiliki lima prioritas utama:
- Menjamin keamanan perbatasan maritim, khususnya terhadap potensi gangguan lintas negara.
- Melibatkan masyarakat dalam ruang dialog terbuka untuk membangun kepercayaan dan partisipasi aktif.
- Menertibkan aktivitas ilegal dan premanisme lokal, termasuk melalui pendekatan edukatif.
- Memberdayakan komunitas lewat literasi hukum, ketahanan pangan, dan program sosial.
- Memberikan layanan langsung ke warga perbatasan seperti pemeriksaan kesehatan, bantuan bahan pokok, dan edukasi hukum.
Pelabuhan Subi tempat kapal Anggada‑7016 bersandar memiliki panjang mencapai 2,6 kilometer, menjadikannya salah satu infrastruktur pelabuhan terbesar di wilayah Natuna bagian selatan. Pelabuhan ini menjadi nadi penting distribusi logistik, hasil perikanan, dan jalur penghubung antar-pulau.
Penulis kalit










