Potretnusantara.id, Natuna – Di balik kisah dramatis penyelamatan tiga warga Natuna yang hilang di Hutan Bukit Bedung, terselip satu nama komunitas yang tak bisa dilupakan: NTAC Natuna.
Empat anggota komunitas trail ini — Atet, Albert, Edo, dan Deki — yang akrab dipanggil Tim Barakuda, tampil sebagai pejuang garis depan di medan ekstrem Bukit Bedung. Dengan semangat yang membara dan niat tulus untuk misi kemanusiaan, mereka menerobos rimba tanpa ragu. Bukan untuk kepentingan pribadi, tapi demi menyelamatkan nyawa sesama.
“Ini bukan sekadar hobi motor trail. Ini panggilan hati. Kami ingin ikut ambil bagian dalam misi yang mulia,” ungkap Atet, salah satu rider NTAC, dengan mata yang masih sembab haru.
NTAC (Natuna Trail Adventure Community) selama ini dikenal sebagai komunitas motor trail yang sering menjelajahi alam liar Natuna. Namun lebih dari itu, mereka telah menjelma menjadi garda terdepan dalam berbagai misi sosial dan kemanusiaan di daerah.
Dalam operasi SAR kali ini, NTAC menunjukkan kecepatan, ketangguhan, dan kemampuan navigasi medan yang luar biasa — kualitas yang sangat dibutuhkan di saat waktu menjadi taruhan bagi nyawa.
“Tim Barakuda NTAC luar biasa. Mereka berperan besar dalam perluasan wilayah pencarian,” ujar Kalit, salah satu anggota NTAC lainnya yang ikut memantau pergerakan di lapangan.
Hal senada, Anjas, salah satu pentolan NTAC, dalam misi penyelamatan Didik dan dua orang kawannya di bukit Bedung katakan merupakan sebuah kisah amal. Ia uraikan, anak trail Natuna akan selalu hadir untuk memberi bantuan jika ada jalur jalan yang ekstrim.
Apresiasi dari Kakansar Natuna
Kepala Kantor SAR Natuna, Rahman, secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada komunitas NTAC.
“Terima kasih kepada NTAC, khususnya Tim Barakuda. Mereka tidak hanya hadir, tapi juga menjadi bagian penting dari keberhasilan operasi SAR gabungan kali ini,” ujar Rahman.
Keberhasilan penyelamatan Didik Setiawan dan dua rekannya tak lepas dari kolaborasi yang kuat lintas instansi dan komunitas. NTAC membuktikan bahwa komunitas lokal punya kekuatan besar saat didorong oleh jiwa sosial dan solidaritas.
Menembus Hutan, Membuka Harapan
Di tengah heningnya rimba Bukit Bedung, deru mesin trail Barakuda NTAC bukan hanya suara kendaraan, tapi tanda hadirnya harapan. Mereka bergerak bukan dengan seragam resmi, tetapi dengan tekad yang tak bisa dibeli: menyelamatkan sesama tanpa pamrih.
“Kami tidak mencari nama. Yang kami cari hanya satu: mereka yang hilang bisa pulang,” ucap Albert, salah satu rider Barakuda.
Penulis: Kalit









