Dumai, Potretnusantara.id–Warga Binaan khususnya yang beragama kristen di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai melaksanakan Natal bersama di lapangan serbaguna rutan. Sabtu 28/12).
Acara yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB tersebut mengangkata thema “Marilah Kita Pergi ke Betlehem” (Lukas 2:15) dan subtema “Melalui perayaan Natal ini semoga kita menemukan pengharapan baru, merasakan kehadiran Tuhan di tengah kesulitan dan kegelapan serta memperkuat iman kita,”.
Terlihat dalam perayaan Natal ini dihadiri warga binaan, petugas, DWP Rutan Dumai, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag), para pelayan firman, dan keluarga warga binaan.
Pendeta HKBP Immanuel Dumai, Pdt. Bedwin Simanjuntak dalam kesempatan ini memimpin khotbah mengatakan bahwa kabar baik tentang kelahiran Yesus adalah kabar baik universal yang mengundang semua orang untuk bersama-sama merayakannya, mengakui kasih dan kemuliaan Allah yang melibatkan semua orang, dan menemukan kegembiraan di dalamnya.
Pertanyaan kita adalah bagaimanakah cara gembala memuji dan memuliakan Allah? Kitab Lukas 2:15-20 mencatat cara para gembala memuji dan memuliakan Allah setelah mereka melihat dan mengalami keajaiban kelahiran Yesus di Betlehem.
“Ayat ini berpesan, bahwa kasih dan keselamatan Allah terbuka untuk semua orang tanpa memandang suku, bangsa, atau latar belakang,”pesannya.
Sementara itu Kepala Rutan Dumai, Yudhi Khairudin dalam sambutannya menyampaikan pesan bahwa perayaan Natal diharapkan dapat menjadi momentum refleksi diri dan mempererat kebersamaan keluarga besar Rutan Dumai.
“Semoga Natal ini dapat menjadi momentum refleksi diri dan mempererat kebersamaan keluarga besar Rutan Dumai.dan menjadi landasan bagi kita semua untuk terus berbuat baik dan memperbaiki diri,” ujar Yudhi.
Acara dilanjutkan dengan berbagai penampilan dari warga binaan, DWP Rutan Dumai serta petugas. Tidak ketinggalan, panitia juga menyediakan sesi berbagi hadiah sebagai bentuk kebahagiaan bersama.
Salah satu warga binaan, Moses menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Rutan Dumai yang telah memberikan kesempatan untuk merayakan Natal dengan penuh makna bersama keluarga.
“Saya merasa sangat bersyukur dan diberi kesempatan untuk merasakan kebahagiaan Natal meskipun sedang menjalani masa hukuman,” ungkapnya.
Perayaan Natal di Rutan Dumai ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembinaan keagamaan yang rutin dilakukan oleh Rutan Dumai. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan dapat terus mengembangkan nilai-nilai positif untuk bekal mereka ketika kembali ke masyarakat.
ari










