KARIMUN, Potretnusantara.id-Pulau Besar Karimun saat ini memang benar-benar darurat sampah, dua bulan terakhir ini masalah sampah seolah menjadi issu yang tidak lepas dari pembicaraan masyarakat dan herannya para pemangku kepentingan tidak melakukan tindakan ataupun gerakan untuk menyelesaikannya.
Salah satu mahasiswa Kedokteran dari Universitas ternama di Indonesia yang namanya enggan disebutkan mengatakan pendapatnya tentang sampah yang dibiarkan lama di pemukiman akan menyebabkan berbagai penyakit yang dapat menyerang masyarakat sekitar.
Menurutnya, Sampah dan sisa makanan yang dibuang sembarangan atau ditumpuk dan tidak dimusnahakan dapat menimbulkan banyak bakteri dan parasit. Sampah yang ditumpuk di tanah membusuk akan menimbulkan banyak bakteri tumbuh di atasnya, terutama saat cuaca hangat dan lembab. Kemudian bakteri dan parasit akan menularkan berbagai penyakit bisa tersentuh oleh manusia.
“Sebenarnya ini sangat berbahaya dampaknya, semua jenis penyakit ada disini,”katanya mengawali komentarnya kepada potretnusantara.id dibilangan Pasar Maimun, Minggu (13/10).
Dikatakan, sampah yang dibuang atau ditumpuk tetapi tidak segera dilakukan pengankuta ketempat TPA bisa memicu datangnya berbagai bakteri, virus dan parasit yang masing-masing dapat membawa penyakit.
Penyakit yang disebabkan bakteri dari sampah, seperti salmonellosis, shigellosis, keracunan makanan stafilokokus, infeksi kulit dan tetanus.
“Virus salmonellosis ini adalah kelompok bakteri pemicu diare, shigellosi yaitu infeksi bakteri yang menyerang saluran pencernaan, kemudian stafilokokus adalah jenis bakteri Staphylococcus yang paling sering menyebabkan infeksi pada manusia. Ada berbagai macam penyakit yang bisa ditimbulkannya, mulai dari infeksi kulit hingga toxic shock syndrome,”katanya menjelaskan.
Untuk itu tambahnya, persoalan sampah sebenarnya tidak boleh dianggap remeh terhadap kesehatan masnusia sehingga perlu ada keseriuasan yang tepat untuk melakukan penanganan.
ery










