KARIMUN, Potretnusantara.id-Kejadian antrean panjang untuk mendapatkan menyak tanah subsidi bukanlah pemandangan yang baru terjadi di Kabupaten Karimun, hal ini diduga karena pembagian tabung gas tiga kilo gram bersubsidi belum merata. Kali ini pemandangan antran panjang hingga berhari-hari terjadi di wilayah Meral Kota, tepatnya disamping Kantor Polsek Meral, Kecamatan Meral.
“Kita mengantre dari hari Jumat kemarin. Minggu kita kesini, semalam dan hari ini kita sudah mengantri sekira pukul 07,00 wib, tetapi minyak tanahnya juga belum jelas ada apa tidak,”kata salah satu ibu rumah tangga yang sedang mengantri, Selasa (17/12)
Sementara itu, pemilik pangkalan Siau Peng mengakui sebelumnya mendapat kuota 15.000 liter setiap bulannya, namun sejak ada aturan pemerintah tentang konversi minyak tanah ke gas kuota tersebut berkurang menjadi 3000 liter saja
“Sekarang hanya 3000 liter saja perbulan,”kata Siau Peng
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun Muhammad Yosli mengakui bahwa saat ini masih kekurangan tabung gas tiga kilo gram hingga 30.000 tabung. Sehingga dengan kekurangan tersebut minyak subsidi belum dapat dilakukan penarikan hingga 100%
“Kita akui, memang masih kekurangan 30.000 tabung lagi dan belum didistribusikan pihak Pertamina,” ucap Yosli.
edoreynaldi











Discussion about this post